Sejarah WPI (Wanita Penulis Indonesia), 42 Tahun Membangun Dunia Literasi Menulis di Indonesia

Ketum WPI Pusat, Dr. Free Hearty ((kanan) dan Ketua Wilayah Riau, Tutin Apriyani, SE

Sejarah WPI (Wanita Penulis Indonesia) sebuah organisasi yang lahir atas prakarsa beberapa tokoh wanita ternama di Indonesia pada tanggal 3 Januari 1983 di Jakarta. Mereka adalah para penulis wanita yang bergiat dalam dunia literasi sastra dan non sastra bahkan penulis lagu. Mereka antara lain: La Rose, Irna Hadi, Titie Said, Titiek WS, Titiek Puspa dan lainnya.

WPI bertujuan menghimpun potensi wanita penulis Indonesia dalam dan luar negeri, dengan upaya mewujudkan peran wanita dalam arti yang seluas-luasnya. WPI juga berupaya menumbuh-kembangkan budaya bangsa melalui karya tulis. Dengan demikian WPI ikut membantu pemerintah dalam mencerdaskan bangsa, serta ikut serta dalam program Jakarta Kota Literasi, dan tentunya meningkatkan profesionalisme wanita penulis.

Sejak awal berdirinya hingga sekarang WPI turut aktif dalam meningkatkan kesadaran literasi di tengah masyarakat Jakarta maupun di daerah. Aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi baik berupa, seminar, workshop, penerbitan peluncuran buku, pelatihan literasi, program sekolah, lomba-lomba sastra, kunjungan dan aksi sosial lainnya, dsb.

Juga bekerjasama dengan para penulis, sastrawan, akademisi, tokoh-tokoh perempuan dan pejabat pemerintahan, dengan penerbit-penerbit besar, serta berbagai organiasi/komunitas seni dan sastra, baik nasional maupun Internasional. Salah satunya dengan Perhimpunan Sastrawan dan Budayawan Negara Serumpun (PSBNS), Malaysia, Brunei Darussalam, Singapore, Thailand, Philipina, Vietnam, India dan sebagainya. Mengadakan kerjasama dengan Penerbitan Yayasan Pustaka Obor Jakarta.

Sejak awal dalam berbagai kegiatannya WPI mendapat dukungan dan pembinaan dari Bapak dan Ibu Soeharto Presiden RI kedua, dimana WPI merupakan organisasi wanita penulis pertama di Indonesia saat itu. Tahun 1986, pengurus WPI mengadakan kunjungan kepada Ibu Negara RI pertama Ibu Tien Soeharto di Istana Negara Jakarta untuk memperkenalkan organisasi WPI sekaligus kegiatan-kegiatannya. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ibu Lasijah Sutanto selaku Menteri Negara RI Urusan Peranan Wanita yang didampingi beberapa pengurus WPI saat itu, Herawati Diah, Sinta Suharto, Rae Sita, Titie Said, Titiek WS dan Irna Hadi.

Pada tahun 1996, WPI menyelenggarakan “Pemilihan Putri dan Pangeran Buku Nasional” bersama Perhimpunan Masyarakat Gemar Membaca (PMGM) yang saat itu diketuai Dr. Jimly Assidiqhi. Hadiah lomba berupa Trophy dari Presiden RI ke 2 Bapak Soeharto dan hadiah diserahkan langsung oleh Bapak Presiden kepada para pemenang.

Tahun 2016 Dr. Free Hearty, M.Hum, terpilih sebagai Ketua Umum WPI periode 2016-2020. Dan terpilih lagi untuk kedua kali di tahun 2020-2024. Tahun 2018 (Sejak 2008) WPI telah genap melantik dan meresmikan 9 cabang WPI di daerah. Di antaranya WPI Cabang Tangerang/Banten, WPI Jawa Barat/Bandung, WPI Jawa Tengah/Semarang, WPI Sumatera Utara/Medan, WPI Sumatera Barat/Padang, WPI Jambi, Riau/Pakan baru dan Nusa Tenggara Timur/NTT dan Nusa Tenggara Barat/NTB.

Tahun 2025 WPI melakukan pembaharuan legalitas organisasi yang sebelumnya sudah diaktakan di notaris di bawah kepimpinan ketua WPI sebelumnya Ibu Nelly Puti Lenggo. Selain itu WPI juga mereformasi organisasi terkait kepengurusan dengan Visi Misi dan semangat baru dengan terpilihnya Dr. Free Hearty, M.Hum, sebagai Ketua Umum periode 2025-2030 untuk ketiga kalinya.

V I S I: Terwujudnya minat dan kesadaran literasi kaum perempuan, menuju masyarakat Indonesia yang berbudi luhur, berwawasan luas dan cerdas.

M I S I:
1. Memperjuangkan minat dan kesadaran literasi perempuan
2. Meningkatkan kepedulian dan partisipasi perempuan dalam kegiatan literasi
3. Membangun jaringan kegiatan literasi dalam berbagai aspek kehidupan
4. Menumbuh-kembangkan budi pekerti yang luhur melalui kesadaran literasi
5. Membangun kemandirian perempuan melalui kecerdasan literasi.

KEBIJAKAN WPI:
1. Pengembangan kapasitas dan pelatihan Creative Writing, Academic Writing untuk kaum perempuan
2. Workshop dan Focus Group Discussion kegiatan literasi
3. Fasilitasi penerbitan karya-karya penulis perempuan
4. Peluncuran dan bedah buku hasil karya perempuan Indonesia dan manca negara 5. Pameran buku-buku hasil karya perempuan Indonesia dan manca negara. 6. Membangun komunikasi organisasi melalui publikasi website, Facebook, Instagram atau media lainnya.
6. Woman Writer Exchange atau pertukaran penulis perempuan antar negara. Kerjasama dengan lembaga-lembaga nasional dan internasional di bidang literasi.

Comments (0)
Add Comment