Di antara riuh tawa anak-anak pesisir,
ia berdiri paling sunyi—
keranjang kecil tergantung di lengan
seperti mimpi yang mulai usang.
Langit senja menumpahkan warna
ke wajah-wajah ceria yang berlarian
menyambut ayah-ayah mereka
yang datang membawa laut di mata.
Tapi perahu itu tak pernah singgah,
tak ada dayung yang menyapa pasir,
tak ada suara langkah
di balai bambu yang menggigil diam.
Ia masih berdiri,
dengan mata menyisir ombak,
mencari tiang layar
yang hanya ada dalam ingatan.
Angin membawa bau garam dan kenangan:
tangan besar yang pernah mengangkatnya tinggi,
suara serak yang berkata,
“Jaga ibu, Nak, kalau ayah lama.”
Hari-hari berlalu seperti gelombang,
membawa waktu pergi,
tapi wajah kecil itu tetap tersenyum
meski asin tak lagi dari laut,
melainkan dari air mata
yang belajar diam.
Orang-orang bilang: laut menyimpannya.
Ia hanya mengangguk pelan,
lalu kembali memungut kerang
yang berserakan di pasir
seolah-olah tiap cangkangnya
adalah pesan dari ayah,
yang belum sempat pulang.
Tuah Madani, 2025
Daris Kandadestra adalah nama pena dari Dedi Saputra yang lahir 12 Juli 1984 di Enok, Riau. Penulis merupakan anggota FLP Cabang Pekanbaru. Beberapa karyanya berupa puisi dan cerpen telah dibukukan dalam beberapa antologi bersama. Kicauannya dapat di lihat di Instagram @daris_kandadestra atau di akun facebook Daris Kandadestra. email: dariskandadestra@gmail.com dan di WA 085264883343.