Pekanbaru,- Tahajud memiliki arti berupaya melawan atau meninggalkan tidur tengah malam. Sedangkan berdasarkan ilmu fiqih, Sholat Tahajud adalah salat Sunnah malam hari yang dilakukan setelah tidur.
Sholat Tahajud pertama kali yang dilakukan pada zaman Nabi Ibrahim AS.Ketika itu Nabi Ibrahim keinginan sholat Tahajud di tengah malam, minta seorang anak. Dalam doa Nabi Ibrahi usai sholat tahajud
“Rabbi hab li minas-saalihiin.” artinya: “Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh.” (QS As-Shaffat: 100).Kemudian doa Nabi Ibrahim dikabulkan dan milik anak sholeh yakni Nabi Ismail.
Baginda Nabi Muhammad SAW lakukan sholat Tahajud setiap ditengah malam.sebelum Nabi Muhammad dikejar oleh kaum kafir Quraisy.Usai shotat Tahajud,Muhammad bangunkan Ali
“Hai Ali,tidurlah tempat ku,”Kata Nabi Muhammad
Namun Ali pindah tidurnya ke Nabi Muhammad. Kemudian Nabi Muhammad keluar dari rumah dengan Abu Bakar Sidik.Keluar dari . Dan Kaum kafir Quraisy tak bisa melihat nabi Muhammad keluar dari rumah itu.saat rumah dikepung oleh kafir Quraisy itu kisah sholat tahajud pertama kali yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS.
Dalam Hukum Islam sholat Tahajud Sunnah berdasarkan ijma ulama. Namun Sholat Tahajud bisa dilakukna berganti hari mulai Jam.00.00 WIB Hingga sebelum sholat subuh.
Dalam pelaksanan sholat Tahajud hanya dilakukan minimal dua rakaat untuk jumlah terbanyak.
Manfaat Salat Tahajud
- Tahajud adalah salah satu amalan yang nantinya akan membantumu di akhirat
- Mendekatkan diri kepada Allah, dengan bangunya kamu pada sepertiga malam mencerminkan sifat rendah hati, ramah dan akan mendapatkan ketenangan jiwa
- Selain itu manfaat salat tahajud adalah sebagai jalan masuk surga dan penghapusan dosa
- Waktu dalam melakukan tahajud adalah jam dimana seluruh doa akan diijabah, dengan kata lain doa yang kamu panjatkan selama tahajud akan lebih mudah dikabulkan
- Barangsiapa yang melaksanakan amalan ini akan dijauhkan dari penyakit-penyakit, itu adalah janji Allah,
Niat Sholat Tahajud
Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillahi ta‘ala
Artinya: “Aku menyengaja shalat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah ta’ala”
Doa Setelah Sholat Tahajut
Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqa’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haq. Was sa’atu haq. Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a’lantu, wa ma anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula wa la quwwata illa billah.
Artinya:
“Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”
Muslim yang menunaikan sholat Tahajud dapat memilih surat mana saja dalam Al-Quran setelah bacaan surat Al-Fatihah. Baik surat pendek maupun surat panjang.
menurut Al-Habib Abdullah Al-Haddad, hendaknya yang dibaca adalah Al-Quran mulai awal dan seterusnya.
Sehingga tiap bulan, tiap 40 hari, atau jangka waktu yang lebih banyak atau sedikit dari waktu tersebut orang dapat mengkhatamkan Al-Quran dalam shalat Tahajud, sesuai kadar kesemangatannya.(NU)