Syair Sirih Genggam – M. Rizal Ical

Syair Sirih Genggam

Dengan bismillah mulai mengaji
Membaca kitab bacaan diuji
Indah kalimat segunung puji
Menjadi penuntun fitrah berjanji

Sejuk pagi siang merangkak
Senyum mentari ramah mengajak
Semangat bangkit giat bergerak
Mengejar rezeki mendekat jarak

Oranga Melayu kaya budaya
Bangsa besar takjub percaya
Menjunjung adat sebuah niscaya
Walau diintai ragam bahaya

Takkan Melayu hilang di bumi
Laksemana Hang Tuah berucap resmi
Ragam cara hendak membasmi
Ibarat bunga terus bersemi

Perkara sirih sudahlah mengakar
orang kecil sampai ke besar
kalangan raja hingga pasar
setiap helat suguhan dasar

Sebelum menuju perbualan matan
Sirih dikunyah dimakan perlahan
Aroma semerbak satu perasaan
Suasana santai menyingkap tujuan

Sehelai sirih hati berputih
Pertanda pikir berlayar jernih
Ucap kata bertutur fasih
Silat lidah jauh menyisih

Adat istiadat turun temurun
Sirih dimakan berbincang santun
Pertanda Melayu bangsa rukun
Sisi kehidupan semua tersusun

Makan sirih mengandung pesan
Bertemu urat banyak tafisran
Menjamu orang penuh kemuliaan
Menjunjung adat maksud tujuan

Sirih berguna pembuka kata
Sebelum berlanjut menjadi cerita
Sampai pesan sampai berita
Tanpa silih silang sengketa

Makan sirih tanda berdamai
Kusut masalah dapat terungkai
Mufakat kata menunjuk selesai
Kemudian tawa lemak berderai

Tersebut pula sirih genggam
Mengandung ajar makna terpendam
Berumah tangga melepas geram
Halal sesudah sebelum haram

Sirih genggam cinta bersemi
Istri ikhlas melayani suami
Berbakti dalam ikatan resmi
Saling paham saling memahami

Begitupun suami terhadap istri
Salit mesra sepanjang hari
Walau lelah senyum berseri
Jadikan istri ratu permaisuri

Sirih dimakan bertaut urat
Sebab masa sudahlah tepat
Membina keluarga menjaga amanat
Berharap aman berkah selamat

Ketika sirih sudah digenggam
Setia hubungan niat berazam
Tiada boleh menyimpan dendam
Saling percaya cinta bersemayam

Masam manis cobaan hidup
Harus sabar taut telungkup
Panas baran sejuk ditiup
Terlanjur kata maaf penutup

Sirih genggam berpaut hati
Ikatan suci sampai ke mati
Meski musim selalu berganti
Janji setia Tuhan berkati

Demikian syair selesai sudah
Tanda dendangan berakhir madah
Sebuah ikatan mencari berkah
Bersandar makhluk kepada Allah

Sirih genggam lukisan cinta
Harmoni kasih selalu dipinta
Cinta bukan permainan kata
Tetapi sikap belaian nyata

Kelapapati, 14 Syawal 1442 H

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Pantun, Syair, Cerpen, Pentrigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

Comments (0)
Add Comment