

Dengan bismillah mulai mengaji
Membaca kitab bacaan diuji
Indah kalimat segunung puji
Menjadi penuntun fitrah berjanji
Sejuk pagi siang merangkak
Senyum mentari ramah mengajak
Semangat bangkit giat bergerak
Mengejar rezeki mendekat jarak
Oranga Melayu kaya budaya
Bangsa besar takjub percaya
Menjunjung adat sebuah niscaya
Walau diintai ragam bahaya
Takkan Melayu hilang di bumi
Laksemana Hang Tuah berucap resmi
Ragam cara hendak membasmi
Ibarat bunga terus bersemi
Perkara sirih sudahlah mengakar
orang kecil sampai ke besar
kalangan raja hingga pasar
setiap helat suguhan dasar
Sebelum menuju perbualan matan
Sirih dikunyah dimakan perlahan
Aroma semerbak satu perasaan
Suasana santai menyingkap tujuan
Sehelai sirih hati berputih
Pertanda pikir berlayar jernih
Ucap kata bertutur fasih
Silat lidah jauh menyisih
Adat istiadat turun temurun
Sirih dimakan berbincang santun
Pertanda Melayu bangsa rukun
Sisi kehidupan semua tersusun
Makan sirih mengandung pesan
Bertemu urat banyak tafisran
Menjamu orang penuh kemuliaan
Menjunjung adat maksud tujuan
Sirih berguna pembuka kata
Sebelum berlanjut menjadi cerita
Sampai pesan sampai berita
Tanpa silih silang sengketa
Makan sirih tanda berdamai
Kusut masalah dapat terungkai
Mufakat kata menunjuk selesai
Kemudian tawa lemak berderai
Tersebut pula sirih genggam
Mengandung ajar makna terpendam
Berumah tangga melepas geram
Halal sesudah sebelum haram
Sirih genggam cinta bersemi
Istri ikhlas melayani suami
Berbakti dalam ikatan resmi
Saling paham saling memahami
Begitupun suami terhadap istri
Salit mesra sepanjang hari
Walau lelah senyum berseri
Jadikan istri ratu permaisuri
Sirih dimakan bertaut urat
Sebab masa sudahlah tepat
Membina keluarga menjaga amanat
Berharap aman berkah selamat
Ketika sirih sudah digenggam
Setia hubungan niat berazam
Tiada boleh menyimpan dendam
Saling percaya cinta bersemayam
Masam manis cobaan hidup
Harus sabar taut telungkup
Panas baran sejuk ditiup
Terlanjur kata maaf penutup
Sirih genggam berpaut hati
Ikatan suci sampai ke mati
Meski musim selalu berganti
Janji setia Tuhan berkati
Demikian syair selesai sudah
Tanda dendangan berakhir madah
Sebuah ikatan mencari berkah
Bersandar makhluk kepada Allah
Sirih genggam lukisan cinta
Harmoni kasih selalu dipinta
Cinta bukan permainan kata
Tetapi sikap belaian nyata
Kelapapati, 14 Syawal 1442 H
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Pantun, Syair, Cerpen, Pentrigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com