Di sini, di tanah rindu, kutitipkan angan,
Dalam desah angin yang menyapa lembut pagi,
Helaan nafas menyusuri waktu yang merindu,
Menunggu senja yang memintal cerita sunyi.
Tetes embun jatuh perlahan di daun-daun lusuh,
Seperti rindu yang mengalir dari relung terdalam,
Tak pernah henti meski musim berganti wajah,
Mengukir kenangan pada tapak kaki yang tertinggal.
Langit menyimpan warna, terbungkus dalam bisik-bisik,
Menyentuh hati yang lelah menunggu senyumanmu,
Di sela-sela hujan, ada doa-doa yang terucap lirih,
Seperti nyanyian sunyi di bawah payung langit kelabu.
Di tanah rindu ini, setiap langkah adalah syair,
Mengguratkan harap di pasir yang terhampar luas,
Dan meski jarak membentang tak kasat di mata,
Aku tahu, cinta akan tetap menemu jalannya.
Duhai, tanah rindu yang abadi di jiwa,
Setiap titian waktu adalah pertemuan yang ditunda,
Namun, di sudut langit yang jauh,
Ada pelangi menunggu setelah badai reda.
Tanah rindu, tempat aku dan engkau bertemu,
Dalam kesunyian yang tak pernah beku.
Pku, 13 Okt 2024