hidup adalah karnaval
bermain sesuai peran
merah, kuning, hijau, jingga
ada penari yang berlenggak-lenggok
berpakaian warna-warni
melenakan mata yang lelah
kadang biru berbinar haru
kadang hitam menebar rinai
hidup adalah karnaval
riuh suara hanya di luar
perih mendera dari dalam
adakah yang lebih perih, bersembunyi dari luka?
berbaris rapi kesedihan sepanjang jalan kehidupan
mencari pelarian dari belenggu waktu
perayaan menyimpan rasa
menukar dengan topeng
berwajah senyum
dunia adalah karnaval penuh warna
dan kita sedang merayakan kehidupan
Duri, 16 Agustus 2023
Heza Hara, lahir di Duri, Riau pada 31 Oktober 1986. Penulis yang juga seorang guru ini telah menerbitkan tiga buku solo, yaitu: Antologi Puisi “Karena Kucinta Kau” (2021), sebuah novel “Bulan di Hati Luna” (2021) dan kumpulan cerpen “Ombak Penyesalan di Lautan Hati” (2022). Mengajar di SMPS IT Darunnajah Duri. Aktif di komunitas WAG KMD Elipsis, Komunitas Riau Sastra, Kepul, HUMA, Ruang Kata dan Competer Indonesia.