Tragedi Buah Mangga dan Kelelawar: Puisi Anis Deniartono

Di teras depan rumah,
Duduk santai menyemburkan asap cerutu
Ditemani secangkir kopi
Mengisi masa pensiun

Dug,
Mangga jatuh disamping kopi
Bagaimana bisa ?
Tak ada pohon mangga
Tanpa pikir panjang
Mangga dibanting hingga pecah
Mulut membaca kalamullah

Entah dari mana
Saat mengisi sepertiga malam
Kelelawar memburu bapakku
Diraihnya raket tenis
Terkaparlah kelelawar bersimbah darah

Esok hari,
Terdengar tetangga tutup usia
Dengan muntah darah
Yang selama ini selalu sinis
Wallahu alam.

Bumiayu, 29 Januari 2024

Anisah, kelahiran Bumiayu, 1 Agustus 1969. Guru swasta. Aktif di Asqa Imagination School (AIS). IG:@anis_deniartono

Comments (0)
Add Comment