Universitas Selera: Puisi Wahyu Mualli Bone

Akhirnya gelar tancapi kepala satu satu dua tiga triliunan gambar nyawa
Gulung gelung sanggul hijab lengkap cepak panjang pun tergantung di mana gelar meriahnya

Botak di hari lega kurang sedap pilihan sebab mahkota hitam kepang tali tularkan semangat Datuk Nenek Bapak Mak Keponakan Cucu Cicit tak jarang pula berdamping kawan kawin warna kepala ke tumit rok celana hidupkan jepret lensa

Boleh disingkat dari lengkap sebutan Universitas Selera menimba titik bangku yang tergelar renggang rentang delapan puluh empat bulan tidak termasuk gerhana yang membayangi para pengecut dipijak menit persekian detik tendangan Dendang Organik

Jika urat urat pencari lapak alamat tanda tamat
Jika liur liur pemuja gelayut gelar
Jika lisan gigi pembangga cakap yang tak butuh singkatan depan belakang nama dan berkas tamat
Tak luput juga jika bahu penyandang anggur-angguran lezat dalam dongeng
dengan goyang kaki berlauk-pauk intan permata emas serta logam mulia di atas mulia

Jangan salah sapa
Jangan ke mana bicara

Apa
Luar dalam
Itu

Jangan jangan
Ke

Lalu
Himbau
Kenapa
Huruf
Tempo

Hulu
Palu
Penggaris
Maksud mu
Penggaris
Hilir
Penggaris

Segitiga
Segitiga miring
Segitiga panjang
Setengah lingkaran atau bundar

Bukan
Bukan bukan
Atur napas

Penggaris
Pelurus dada Penerang kepala Pemantas telinga
Luruskan dan lenturkan pentas bibir ke badan
Sejalur gambar napas angin dan warna cahaya

Lajur denyut dengkur lentur membongkar rintik hujan
Maqom tegaknya Ahkam
Maklumat Ulum Alam

Iklan
I’lan

Bakar selera ini pada pandang nilai tunai Capai bakal akar ke bunga ke buah ke biji ke bibit rindang tuai
Agar menjalar akar ujar dari banjir bah koma Universitas Selera

Sekuat tenaga
Sesuai sanggup sanggam napas badan
Membelai angin
Membela bara
Menyulang air
Memilah debu
Lebur hitam putih ke gelombang badai pun
Puncak pancar pagar ramah bumi dan langit

Hujan panas sapaannya
Rimbun gurun ranahnya
Bumi langit sumpahnya
Harap garap dan adab hadap ulamnya
Tuju kuasa di atas kuasa

Dari rangkak ke tegap jalan
Dari tumpul ke jangkau lisan
Dari sesak ke benak Hasan
Dari buram ke terang pandangan
Dari kelam ke padang impian
Dari tampal ke ganti ban
Apa tadi
Dari tampal
Ke ganti ban
Dari rendah ke tinggilah permintaan

Yang membunyikan Pemilik
Hujani kunci percaya yakin dan tanggung yang jawab ujungnya
Tempias embun pun

Pekanbaru, 30 September 2024

Comments (0)
Add Comment