YOGYAKARTA, 14 Mei 2026 — Lokakarya dan penghargaan bertajuk “Indonesia Green Principal Award (IGPA) Batch 8” yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 7–9 Mei lalu kini melahirkan mandat baru: menjadikan sekolah sebagai jantung transformasi ekonomi sirkular nasional.
Diselenggarakan oleh JBI Education Consulting bekerja sama dengan Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) UGM, IGPA Batch 8 mempertemukan 15 pendidik dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Lampung, dan Riau selama tiga hari penuh. Mereka mengikuti 11 sesi lokakarya intensif, studi lapangan di enam lokasi, hingga sesi presentasi rencana transformasi sekolah masing-masing. Lima penghargaan diberikan kepada pendidik terbaik dalam kategori inovasi, pengelolaan sampah, kurikulum, keterlibatan komunitas, dan kepemimpinan:
● Best Circular School Creator & Innovator: M. Romadona, S.Pd., Gr. (Kepala SMP Muhammadiyah Al Ghifari, Batanghari, Lampung Timur)
● Outstanding Transformation Planning on Waste Management: Dr. Bambang Kariyawan Ys., M.Pd. (Kepala SMAS Cendana Rumbai, Pekanbaru)
● Outstanding Transformation Planning on Curriculum & Learning: BPK PENABUR Jakarta
● Outstanding Transformation Planning on Community Engagement: Riva Elvita, S.Pd., MM. (Kepala SMAS Cendana Mandau, Duri)
● Outstanding Transformation Planning on Leadership & Governance: Badru Zaman, M.Pd. (Kepala SMA Labschool Jakarta)
Para kepala sekolah tersebut masing-masing juga menerima penghargaan kolektif berjudul Outstanding Dedicated Principal on Circular Economy Initiatives sebagai pengakuan atas komitmen mereka memimpin transformasi sekolah sirkular.
Badru Zaman, Kepala SMA Labschool Jakarta, memilih memulai dari program yang ringan untuk memastikan keberlanjutannya dalam jangka panjang. “Saya akan memulai dengan program sirkular yang bisa dikaitkan dengan pembelajaran dan memiliki scientific sound. Produksi eko-enzim bisa masuk ke dalam pelajaran pelajaran biologi dan kimia. Pengolahan minyak jelantah jadi sabun dan bahan-bahan kuncinya bisa dibawa dari rumah. Kalau sudah berjalan efektif, kami akan tingkatkan produksinya,” ujarnya.
Riva Elvita, Kepala SMAS Cendana Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau langsung menyasar hal paling mendasar sekembalinya ke sekolah: pemilahan sampah organik dan anorganik. Tong sampah berwarna sudah masuk anggaran dan dijadwalkan tiba dalam dua minggu. “Yang pertama itu pengimbasan dulu dari apa yang kami dapatkan di IGPA. Sasarannya siswa, guru,dan orang tua karena edukasi lingkungan tidak bisa berhenti di gerbang sekolah,” tegasnya.
Sementara itu, Ghazwu Fikril Haq, guru SD Muhammadiyah 4 Surabaya sekaligus peserta termuda IGPA Batch 8, membawa pulang sebuah gagasan yang ia sebut sebagai “celah“: memanfaatkan rooftop sekolah yang sudah sebagian digunakan sebagai penampung air untuk sistem pengolahan air hujan. “Mimpi besarnya menjadi air minum. Sekolah kami akan mulai dari yang bisa dieksekusi sekarang seperti pemanfaatan air hujan menjadi air wudhu dan air kamar mandi. Itu sudah bermakna,” katanya.
Bambang Kariyawan Ys., Kepala SMAS Cendana Rumbai, Pekanbaru memilih pendekatan budaya dan sastra melalui melalui penerbitan antologi puisi dan cerpen bertema lingkungan bersama siswa. Ia meyakini bahwa perubahan perilaku paling dalam terjadi bukan melalui instruksi, melainkan melalui proses penghayatan. “Dengan mencintai bumi maka langit menyayangi. Ada banyak cara untuk menyelamatkan bumi, rumah kita satu-satunya. Saya seorang penulis, jadi saya memilih sastra hijau sebagai gerakan budaya yang bisa memberikan penyadaran kepada siapa pun yang membaca,” ujarnya.
Dr. Junita Widiati Arfani, salah satu pendiri IGPA sekaligus Direktur JBI Education Consulting, menegaskan bahwa angka 15 peserta jauh dari cerminan sesungguhnya dari jangkauan program ini. “Sesungguhnya mereka merepresentasikan hampir 100 sekolah karena ada pengurus yayasan yang masing-masing membawahi sekitar 20 sekolah. Itu baru satu tingkat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa semangat diseminasi inilah yang membuat IGPA terus tumbuh sejak pertama kali digelar pada Januari 2022.
Gelombang transformasi ini juga didukung oleh landasan riset yang semakin kuat. Dr. Suci Lestari Yuana, dosen dari Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIPOL dan peneliti dari Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) UGM, saat ini memimpin penelitian bersama antara UGM dan University College London (UCL) yang secara khusus berfokus pada pengembangan pendidikan ekonomi sirkular di sekolah dengan alumni IGPA sebagai sampel penelitian.
Kolaborasi ini mencakup asesmen kebutuhan sekolah hingga pengembangan bahan ajar, uji coba panduan bilingual pada perhelatan IGPA, serta diseminasi global melalui lokakarya di London dan webinar kawasan Asia Tenggara. “Ekonomi sirkular bukan hanya bicara tentang lingkungan, namun tentang mengubah aktivitas ekonomi agar minim pembuangan dan ekstraksi sumber daya alam. Perubahannya bisa dimulai dari hal paling sederhana di dalam sekolah,” tutur Dr. Suci.
Momentum ini juga menandai langkah lebih jauh bagi jaringan alumni IGPA yang tergabung dalam Asosiasi Sekolah Sirkular Indonesia (ASSI). Pada akhir 2026, ASSI berencana menggelar International Circular Eco Youth Camp 2026 di Bali yang akan menguatkan komitmen peserta terhadap konsep dan implementasi ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada Januari 2022, IGPA telah berkembang menjadi platform nasional yang menjangkau ratusan sekolah dari berbagai jenjang dan provinsi di Indonesia. Program ini akan terus diperluas melalui penguatan jaringan alumni, pelatihan, dan penelitian agar semangat transformasi sekolah sirkular dapat tumbuh dan menyebar secara mandiri hingga ke tingkat daerah. Informasi lebih lanjut terkait IGPA dapat diikuti melalui Instagram @igpa.idn dan situs igpa.or.id.
________________________________________
Tentang IGPA: Indonesia Green Principal Award (IGPA) adalah program lokakarya dan penghargaan nasional yang diselenggarakan oleh JBI Education Consulting bersama Pusat Studi Perdagangan Dunia UGM. Program ini dirancang untuk mendorong kepala sekolah dan pendidik menjadi agen perubahan dalam transformasi sekolah berbasis ekonomi sirkular. Sejak 2022, IGPA telah melibatkan ratusan sekolah dari berbagai jenjang dan provinsi di Indonesia.
________________________________________
#IGPA2026 #GreenPrincipal #EkonomiSirkular #Sustainability #UGM
Penulis: Kinta Herawan | kinta.herawan@gmail.com, igpa.idn@gmail.com