Wasiat Emas: Puisi Dhafit RI

Wasiat emas lebur dalam jiwa
Raga ibu jadi saksi bisu tanpa bicara atas segala
tatkala cerita cinta bermula
Bertautlah kisah cinta penerus Adam-Hawa
dalam ikatan kuat nan suci tanpa noktah

Atas takdirNya, nutfah tercipta
huni rahim bertabur cinta
hingga sesosok mungil tiada dosa
tinggalkan gua pertapaannya
Tangisnya pecah jadi saksi bahagia atas renda kasih ibu bapaknya,
dua insan satu rasa

Sukma ibu telah rela lemah bertambah,
tak sekadar berhari
Namun, berbulan hingga bertahun,
Hingga titian cinta itu kini telah lampaui masa

Ah, tentu tak ingin kaudengar kata ini, Ibu
Sebab ia hanya akan hadirkan luka lara
yang semakin tumpah ruah di jiwamu
Cis, tentu tak ingin pula batinmu teriris
hingga pecahlah isak tangis
Sebab itu hanya akan lahirkan sayat sembilu di sekujur ragamu

Wasiat emas tak sekadar ingatkan akan pantang ucap ah, cis,
seonggok kata torehkan luka lekat tersayat,
tapi sadarkan diri
akan nilai sebuah bakti
tiada tara untuk Ibu yang dicintai
tanpa syarat tanpa henti.

MaKoBu: Malang Kota Bunga,
05 Desember 2024

Dhafit RI yang bernama lengkap Idha Fitriani lahir di sebuah kota kecil bersejarah, Blitar, 17 Oktober 1974. Lulusan IKIP Malang/S1 dan PGMI UIN Maliki Malang/S2 ini, gemar membaca puisi sejak kecil. Kegiatan dan prestasi yang diraih di tingkat kota adalah Juara I Lomba Baca Cerita Guru di IKIP Budi Utomo, Juara III Lomba Menulis Surat untuk Bunda KAB, dan Guru Favorit MIN versi Radar Malang-Jawa Pos.

 

Comments (0)
Add Comment