oleh Dodi Sukma R.A, S.Hut, M.Si (Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning)
Upaya untuk membangun ketahanan pangan yang kokoh selalu menjadi fokus utama pembangunan nasional. Indonesia harus dapat membangun sistem ketahanan pangan menuju ke kemandirian pangan dalam negeri yang mampu menjamin ketersediaan dan akses setiap masyarakat di setiap wilayah. Kemandirian pangan yang dibangun harus didasarkan kepada kemampuan produksi pangan dari dalam negeri melalui optimalisasi seluruh potensi yang ada di dalam negeri. Salah satu unsur penting dalam memproduksi pangan adalah ketersediaan lahan untuk pangan.
Penyediaan lahan untuk pangan saat ini menghadapi tekanan akibat persaingan penggunaannya dengan sektor lain sebagai akibat pertumbuhan ekonomi dan penduduk. Kondisi demikian menyebabkan lahan pertanian pangan dihadapkan pada masalah penurunan areal lahan pangan akibat konversi lahan ke non-pertanian, degradasi lahan, dan lingkungan. Pertanian terpadu merupakan sitem pertanian yang mengintegrasikan sub sektor pertanian (tanaman,ternak, ikan) dan wisata menjadi Agrowisata untuk meningkatkan produktivitas sumber daya lahan, kemandirian, kesejahteraan petani secara berkelanjutan. menyatakan pertanian terpadu dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dengan pola tanaman hortikultura dan ternak. Pendapatan petani dipengaruhi oleh beberapa faktor . Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani dari pertaaniaan terpadu ; umur, pendidikan, luas lahan, jenis tanaman ,jenis ternak, lama berusaha tani, jumlah anggota keluarga, tenaga kerja
Dikatakan Dodi Sukma Agrowisata merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata. Agrowisata bertujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi, dan hubungan usaha dibidang pertanian. Melalui pengembangan agrowisata yang menonjolkan budaya lokal dalam memanfaatkan lahan, kita bisa meningkatkan pendapatan petani sambil melestarikan sumber daya alam serta lahan. Selain itu, bisa juga dipakai sebagai pemelihara budaya maupun teknologi lokal, yang umumnya telah sesuai dengan kondisi lingkungan alaminya. Pada era saat ini agrowisata sangat diminati banyak pengunjung karena agrowisata punya dayatarik tersendiri bagi wisatawan. Agrowisata dapat dikembangkan dimasing – masing daerah tanpa perlu ada persaingan antar daerah, mengingat kondisi wilayah dan budaya masyarakat di Indonesia sangat beragam. Masing – masing daerah bisa menyajikan atraksi agrowisata yang lain dari pada yang lain.
Pada saat ini, pengembangan agrowisata sesuai dengan kapabilitas, tipologi, dan fungsi ekologis lahan akan berpengaruh langsung terhadap kelestarian sumber daya lahan dan pendapatan petani serta masyarakat sekitarnya. Kegiatan ini secara tidak langsung akan meningkatkan persepsi positif petani serta masyarakat sekitarnya, akan arti pentingnya pelestarian sumber daya lahan pertanian. Pengembangan agrowisata pada gilirannya akan menciptakan lapangan pekerjaan, karena usaha ini dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat pedesaan. Sehingga dapat menahan atau mengurangi arus urbanisasi yang semakin meningkat saat ini. Manfaat yang dapat diperoleh dari agrowisata adalah melestarikan sumber daya alam, melestarikan teknologi lokal, dan meningkatkan pendapatan petani/masyarakat sekira lokasi wisata.
Agrowisata pada prinsipnya merupakan kegiatan industri yang mengharapkan kedatangan konsumen secara langsung ditempat wisata yang diselenggarakan. Aset yang penting untuk menarik kunjungan wisatawan adalah keaslian, keunikan, kenyamanan, dan keindahan alam. Oleh sebab itu, faktor kualitas lingkungan menjadi modal penting yang harus disediakan, terutama pada wilayah – wilayah yang dimanfaatkan untuk dijelajahi para wisatawan. Menyadari pentingnya nilai kualitas lingkungan tersebut, masyarakat/petani setempat perlu diajak untuk selalu menjaga keaslian, kenyamanan, dan kelestarian lingkungannya.
Agrowisata dapat dikelompokkan ke dalam ekowisata, yaitu kegiatan perjalanan wisata dengan tidak merusak atau mencemari alam dengan tujuan untuk mengagumi dan menikmati keindahan alam, hewan atau tumbuhan liar di lingkungan alaminya serta sebagai sarana pendidikan. Selain memberikan nilai kenyamanan, keindahan ataupun pengetahuan, atraksi wisata juga dapat mendatangkan pendapatan bagi petani serta masyarakat di sekitarnya. Wisatawan yang berkunjung akan menjadi konsumen produk pertanian yang dihasilkan, sehingga pemasaran hasil menjadi lebih efisien. Selain itu, dengan adanya kesadaran petani akan arti petingnya kelestarian sumber daya, maka kelanggengan produksi menjadi lebih terjaga yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan petani.
Bagi masyarakat sekitar, dengan banyaknya kunjungan wisatawan, mereka dapat memperoleh kesempatan berusaha dengan menyediakan jasa dan menjual produk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Hal ini juga dapat menarik pihak lain untuk belajar atau magang dalam pelaksanaan kegiatan budi daya ataupun atraksi-atraksi lainnya, sehingga dapat menambah pendapatan petani, sekaligus sebagai wahana alih teknologi kepada pihak lain. Di Pekanbaru sendiri wisata Agro (Agrowisata) dapat kita jumpai di beberapa lokasi seputaran Pekanbaru, potensi wisata agro terdiri dari lahan yang dimiliki oleh masyarakat ataupun perorangan. Lokasi seperti Agrowisata Pelangi, Agrowisata Unilak, Taman Agrowisata Tenayan, Agrowisata Okura, Rainata Camp Agrowisata dan D’Fidau Park dapat kita jadikan beberapa referensi untuk kita jadikan tujuan ber-Agrowisata di seputaran Pekanbaru.