Apresiasi dalam Kritik: Puisi Amanda Amalia Putri

Menyimpan bunga kering di atas bidang datar
Mengubah mimpi samar menjadi tujuan utama dari dalam diri
Jangan menunggu hari sempurna untuk sekedar bersinar
Bukan untuk disukai melainkan untuk disimak
Menolak ajakan perantara, suara berulang hampir merusak getaran di telinga
Dukungan dari berbagai sumber inspirasi
Memberikan tanggapan berupa apresiasi
Kritik tajam dalam ruang diskusi cukup menyiksa relung hati
Keadaan memaksa harus memiliki satu alasan yang pasti
Sebuah keterangan dapat menyebutkan tanda pengenal seperti
gerakan mengacungkan jari tengah
Contoh nyata menguatkan pengambilan kalimat yang didasari oleh fakta

Ketapang, 03 April 2026

Amanda Amalia Putri, lahir di Banyuwangi, 28 Februari 2004. Mengisi waktu luangnya dengan menulis puisi. Puisi-puisinya termuat di Banera.id, Bantenhejo.com, biliksastra, darus.id, Madurapers, Mbludus.com, MediaKTM, NOLESA.COM, Riausastra.com, Salik.id, pronesiata.id, SumenepNews.com, dan sepenuhnya.com. Beberapa puisinya termuat dalam buku antologi bersama antara lain: Pengembara Rindu(2020), Senandung Bait Cinta Pertama (2023), Gugur Cinta ke Pelukan Rindu (2023), Rahasia Hati Yang Tak Pernah Terucap (2023), Simpul Rasa (2023), dan Aku di Garis Penantian (2024), Jejak Masa lalu (2025), dan Luka yang tak Bersuara (2025).

Comments (0)
Add Comment