Hidup bertuah hanya bayangan saja
Aku lirik cahaya jingga di ujung senja
Seolah merayu lambai pada hati, buanglah gejolak lubuk yang bersemayam dalam benci
Ada sengketa mengusik jiwa menerkam nyawa
Aku lari untuk kembali
Mimpi munafik membelah asa
Erat bayangan memeluk tubuhku
Bayangan kelam suram kejam rasa dendam
Pergilah sana ke ujung ilalang yang tajam
Biar malam jadi teman gaibku
Penopang badai yang keras pun goyah pasrah
Genggaman suara puyuh merusak rusuh
Aku bisa menggenggam langit itu kala cerah
Kala runtuh aku kalah
Luka bisa menulis dengan darah mencabik cabik kehidupan
Di tengah runtuhan ribuan lambaian karena menggema sebuah khayalan
Sendu kulukis di atas tanah pasir abadi di bawah pulau melayang
Biar kulihat wajah abstrak masa tuaku
Aku bertekuk menunduk melawan hati
Belagak padahal tak tegak
Tajam padahal tak menikam.
M. Iqbal Al-Raziq, penulis lahir di Dumai, 28 Desember 1996. Bermastautin di Bengkalis.