Pintu Takut dalam Ampunan: Puisi Rubaida Rose

Di antara gemuruh helai napas
Ada deretan tanya tanpa suara
Ini tentang takut dalam jiwa
Jika syukur tak lagi bertahan di dada
Pintu tobat kian menjauh
Saat mayapada menyibak rapuhnya netra kilauan semu
Takut terhenti pada sujud dan rukuk hampa
Tanpa wujud suci hati menenun tulus
Ketakutan ini Khauf pada jemari dalam tadah

Namun takut membawa pulang bersimpuh mencari ketenangan
Saat goyah dan luruh saling merangkul hari
Takut pun hadir pada saat semua terkunci
Saksi bisu hanya tangan dan kaki dalam janji

Ketika amalan hanya tumpukan debu kemudian terbang terseret angin amarah
Ketika riya’ sebagai cerminan wajah
Di balik takut, ada rasa dalam semi
Berserah dalam ampunan bumi
Sebab ketakutan tertinggi iman terkoyak dan pergi
Wahai sang Rahman
Ampuni dan lindungi aku dalam lautan iman tanpa henti

Kuantan Singingi, 04032026

Rubaida Rose. Lahir di kota Tembilahan, Indragiri Hilir. Memiliki kecintaan menulis puisi, Aktif di Community Pena Terbang (COMPETER) dan Asqa Imagination School (AIS) sebagai wadah dia bercumbu mesra dengan puisi. Deretan tulisan manisnya bisa dinikmati di buku buku puisi. Tulisannya termaktub di beberapa media; Riau Sastra, Riau Pos, Ranah Riau, Tirastimes.com, asqaimaginationschool.com. Kompasiana. FB: Rubaidarose

Comments (0)
Add Comment