PEKANBARU-TIRASTIMES: Penyair dari Tanah Melayu Riau, Dheni Kurnia menerbitkan buku puisi terbaru berjudul ‘Ruh Pekasih’. Buku ini memuat hampir seratus puisi Dheni yang khas mantera Melayu Talang Mamak yang beraroma estetika magis. Buku ini diberi pengantar oleh Dr. Junaidi, seorang akademisi sastra yang kini menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru.
Dheni Kurnia kepada Tirastimes.com, Ahad (20/8) memjelaskan buku Ruh Pekasih merupakan salah satu buku karya tunggalnta dari belasan buku yang pernah terbit.
Menurut Dheni tang juga Ketya DK PWI Riau, buku ini merupakan buku puisi keempat yang memuat karya sendiri. Tahun lalu, Dheni menerbitkan buku puisi Olang2 yabg terbilang salah satu buku puisi tunggal paling tebal di Indonesia.
- Cinta yang Tak Lazim: Puisi Icca Vianti
- Perjalanan Rasa: Puisi Asih Sarwo
- Rayakan Milad ke-29, FLP Luncurkan Gerakan Nasional Literasi Berdaya
Dalam pengantarnya di buku ini, Dheni Kurnia mengingkapkan hasil wawancara semasa hidup dengan tokoh Adat Talang Mamak Patih Laman (99 tahun). Dalam pengantar tulisannya Patih Laman pernah bercerita kepada Dheni Kurnia tentang Kami hidup dengan roh.
”’Selanjutnya kami matipun dengan roh. Roh orang Talang yang meninggal, akan terus hidup di ladang, hutan, kampung, sungai, batu, air, sialang, rotan, damar, pucuk rebung, tebing, tombak, gambus, enggang, elang dan lainnya. ” ucap Dheni menirukan pandangan Patih Laman, tokoh Adat Talang Mamak di TNBT (Taman Nasional Bukit Tigapuluh) Indragiri Hulu, Riau.
Dalam buku mantra Ruh Pekasih, ada beberapa episode pembahasannya, diantranya puisi dan mantra episode Suku Tuha, puisi dan mantera Alam Roh serta pengantar tulisan Kami hidup dengan roh.
”Insyaallah buku Ruh Pekasih ini akan dilaunching di ujung rahun ini,” kata Dheni. (NS)