H. Mohd Nasir, M.Pd Terima Bantuan Apresiasi 40 Tahun dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan RI Tahun 2026

BENGKALIS-TIRASTIMES — Dedikasi dan konsistensi pegiat sastra tanah air kembali mendapat apresiasi tertinggi dari pemerintah pusat. Tokoh sastra terkemuka asal Provinsi Riau, H. Mohd. Nasir, M.Pd., resmi ditetapkan sebagai salah satu penerima bantuan pemerintah bidang kebahasaan dan kesastraan tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia pada Senin, (25/05/2026). Apresiasi ini tertuang secara resmi berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI Nomor 163/BANPEM.BPPB/G/05/2026.

H. Mohd. Nasir, M.Pd. masuk ke dalam kategori istimewa, yakni Pelaku/Pegiat Sastra yang Berkiprah Selama 40 Tahun atau Lebih. Atas kesetiaan dan kontribusinya yang tak henti terhadap perkembangan dunia sastra, beliau berhak memperoleh penghargaan berupa uang tunai sebesar Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

Secara nasional, program bantuan dan penghargaan dari Kemendikdasmen tahun 2026 ini menyasar total puluhan komunitas dan tokoh sastra yang terbagi ke dalam beberapa kategori selektif, antara lain Pertama: Komunitas Sastra sebanyak 38 komunitas. Kedua: Pelaku/Pegiat Sastra (Berkiprah ≥ 50 Tahun) sebanyak 6 orang. Ketiga: Pelaku/Pegiat Sastra (Berkiprah ≥ 40 Tahun) sebanyak 32 orang dan Keempat: Pelaku/Pegiat Sastra (Berkiprah ≥ 25 Tahun) sebanyak 49 orang.

Dari total penerima nasional tersebut, Provinsi Riau menorehkan prestasi gemilang dengan meloloskan 6 keterwakilan yang terdiri dari unsur komunitas dan perorangan, dengan rincian sebagai berikut:
1. Kategori Komunitas Sastra (1 Komunitas): Rumah Kreatif Suku Seni Riau.
2. Kategori Pelaku/Pegiat Sastra Berkiprah 40 Tahun atau Lebih (4 Orang): Mosthamir Thalib, Dantje S. Moeis, Abdul Razak, dan H. Mohd Nasir, M.Pd.
3. Kategori Pelaku/Pegiat Sastra Berkiprah 25 Tahun atau Lebih (2 Orang): Hary Budiarto Koriun dan Griven Herrie Putera.

Keberhasilan H. Mohd. Nasir, M.Pd. bersama rekan-rekan pegiat sastra lainnya dari Riau dalam menembus kurasi ketat ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bumi Lancang Kuning. Kiprah mereka yang telah berlangsung selama berdekade-dekade dinilai telah memberi warna, menjaga denyut nadi literasi, serta merawat warisan budaya lewat jalur kesastraan yang kokoh.

Sebagai tindak lanjut dari penghargaan ini, pada tanggal 2 Juni 2026 mendatang, semua calon penerima dari seluruh kategori di Indonesia akan diundang langsung ke Jakarta.

Bantuan pemerintah ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas peluh dan karya yang telah dilahirkan, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda di Riau dan Indonesia untuk terus menghidupkan ekosistem sastra di masa depan.

 

Comments (0)
Add Comment