Pekanbaru – Tirastimes: – Dari banyaknya program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang lingkungan yang dilaksanakan PHR di Riau, seperti pelestarian rawa gambut, mangrove, serta konservasi gajah, Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Ekoriparian di Kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak) merupakan salah satu program CSR bidang lingkungan yang terbaru dijalankan PHR.
PHR melihat taman arboretum yang ada di kampus Unilak Pekanbaru memiliki potensi dan bisa dikembangkan menjadi lokasi konservasi, edukasi sekaligus eduwisata bagi masyarakat di Pekanbaru.
Corporate Secretary PHR Rudi Ariffianto mengatakan, PHR berkomitmen dalam menjaga lingkungan serta konservasi keanekaragaman hayati selaras dengan berbagai program pemerintah khususunya di KLHK. “Kami memilih Unilak sebagai lokasi program Tamah Kehati dan Ekoriparian ini berdasarkan asesmen dari para ahli yang ditunjuk oleh KLHK,” kata Rudi.
Keterangan foto : Taman Kehati Arboretum Unilak kini menjadi daya tarik masyarakat Pekanbaru. Foto Widiarso.
Untuk Ekoriparian, PHR menyiapkan konsep pengolahan air limbah di sekitar lokasi taman agar dapat dimanfaatkan Kembali misalnya sebagai air untuk menyiram pepohonan di sekitar taman. Di sekitar waduk yang ada, ditanami berbagai jenis tanaman wetland seperti eceng gondok, yang dapat membuat air menjadi jernih dan ikan-ikan bisa berkembang secara baik dengan dukungan ekosistem air bersih tersebut.
Taman Kehati dilengkapi dengan lanskap pendukung berupa papan informasi jenis flora dan faunanya, kemudian tersedia berbagai fasilitas umum pendukung seperti tempat duduk permanen serta pencahayaan yang memadai di malam hari. Di sepanjang area terbuka taman ini telah disiapkan jogging trek dan didukung dengan dua posko atau shelter pengawas. Di tengah area terbuka juga disiapkan mini aula untuk tempat pertemuan, diskusi dan pekdukung kegiatan di alam terbuka seperti kemah dan sebagainya. Lebih penting tersedia jugatoilet yang dapat dimanfaatkan pengunjung.
Keterangan Foto : Melalui pendataan yang dilakukan PT PHR bersama IPB University, terdapat 173 spesies di Taman Kehati Unilak, yang diantaranya juga termasuk spesies langka dan dilindungi. Foto Widiarso
Selain taman kehati, danau resapan air di depan rektorat kampus juga telah ditata sedemikian rupa menjadi Ekoriparian Patra Lancang Kuning. Danau yang semula menjadi tempat penampung air dari anak sungai kini disulap menjadi tempat nongkrong dengan fasilitas lengkap. Sistem penjernihan air air secara alami dari tanaman air sebagai penyaringnya mendukung kelestarian lingkungan sekitar.
Ekoriparian terdiri dari tiga zona yakni inti, penyangga dan pengembangan. Zona inti terdiri dari danau yang dioptimalisasikan fungsinya sebagai kolam retensi dengan pendekatan ekosistem danau. Zona penyangga sebagai optimalisasi sempadan danau sebagai ruang terbuka hijau (RT) dan koridor ruang terbuka biru (RTB) menggunakan construcrted wetland (lahan basah buatan) dan detention pond (cekungan penahan). Sementara zona pengembangan merupakan optimalisasi ruang terbuka sbagai ruang interkasi sosial.
Untuk landscape taman tersebut, perusahaan mengusung konsep alami yaitu menggunakan bahan seperti batu alam untuk rute jogingnya dan lokasi amfiteater untuk tempat pertunjukan bagi mahasiswa dan warga sekitar.
Taman Kehati dan Ekoriparian menjadi peluang hadirnya tempat eduwisata baru bagi masyarakat Pekanbaru. Program ini sekaligus wujud kontribusi PHR dalam dunia pendidikan, khususnya kampus Unilak yang bertetangga atau berada di lingkugan utama operasional perusahan. Dari hasil riset diketahui terdapat sekitar 173 spesies di Taman Kehati Unilak, yang diantaranya juga termasuk spesies langka dan dilindungi
Taman Kehati dan Ekoriparian merupakan Komitmen PHR untuk menghadirkan lingkungan dan ruang terbuka hijau bagi masyarakat Pekanbaru. Kehadiran taman kehati diharapkan juga menjadi wahana wisata ekologi yang memberikan dampak positif pada sistem hidrologi, penyedia habitat satwa, memperbaiki iklim mikro, menambah daerah tangkapan air, menetralisir polutan dan meningkatkan estetika.
Taman Kehati dan Ekoriparian merupakan Komitmen PHR untuk menghadirkan lingkungan dan ruang terbuka hijau bagi masyarakat Pekanbaru. Kehadiran taman kehati diharapkan juga menjadi wahana wisata ekologi yang memberikan dampak positif pada sistem hidrologi, penyedia habitat satwa, memperbaiki iklim mikro, menambah daerah tangkapan air, menetralisir polutan dan meningkatkan estetika
(rls/ddk)