Faperta UIR Jalin Kerjasama dengan HPA International – Malyasia

Pekanbaru-Tirastimes:Fakultas Pertanian Univesitas Islam Riau (UIR) terus menggalang kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai stakeholders baik dalam maupun luar negeri.  Pada hari Senin tanggal 14 November 2022 Fakultas Pertanian UIR membuat nota kesepakatan dalam bentuk Memorandum of Agreement (MoA) dengan HPA International dari Malaysia dalam mengaplikasikan dan mensosialisasikan konsep pertanian hidayah. 

Dalam kesepakatan tersebut, telah ditandatangani dokumen MoA oleh kedua belah pihak, dari Faperta UIR diwakili oleh Wakil Dekan Bidang kemahasiswaan, alumni, dan Kerjasama: Dr. Ir. U. P. Ismail, M.Agr, dan dari HPA International langsung ditandangani oleh Founder & Ownernya: Tn. Haji Ismail bin Haji Ahmad di Mutiara Merdeka Hotel.  Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengaplikasikan dan mensosialisaikan konsep Pertanian Hidayah baik di dalam kampus seperti untuk uji coba (Denplot),  penelitain, praktikum dan kegiatan bisnis dan entrepreneurship mahasiswa, sementara untuk di luar kampus akan dilakukan melalui pengabdian kepada masyarakat dosen.

MoU ini merupakan hasil dari kegiatan kuliah Umum Internasional yang diberikan oleh Tuan Haji Ismail bin Haji Ahmad di Aula Fakultas Pertanian UIR Kampus Darussalam Perhentian Marpoyan Pekanbaru. Kuliah umum internasional yang di pandu oleh Heriyanto, SP, M.Si, dosen Agribisnis Faperta UIR, tersebut dihadiri sekitar 300 peserta yang terdiri dari dosen, alumni dan mahasiswa Fakultas Pertanian UIR. 

Berdasarkan penjelasan dari Tn. Haji Ismail tersebut, konsep pertanian hidayah ini merupakan  sistem pertanian yang menggunakan bahan organik baik untuk pemupukan maupun untuk mengontrol hama dan penyakit.  Perbedaannya dengan sistem pertanian yang telah kita kenal secara umum dan digunakan masyarakat selama ini adalah dalam penggunaannya membacakan ayat-ayat suci Al-quran., seperti Surat Alfatihah.  Kita berserah diri kepada Allah bahwa apa yang kita kehendaki akan terealisasi atas izinNya.  Tidak ada yang tidak mungkin kalau Allah sudah berkehendak.  

                Sementara itu, Dr. Ir. U. P. Ismail, M.Agr Faperta UIR sudah mencoba membuat denplot di kebun percobaan untuk tanaman cabe dengan menggunakan pupuk organic cair (POC) dari HPA Internasional.  Jadi denplot cabe tersebut tidak menggunakan zat kimia atau seratus persen menggnunakan bahan organik seperti pupuk, pestisida dan lain-lain.  Setelah tanaman cabe berumur dua bulan, tanaman tersebut sudah berbuah banyak (lebat) dengan kelebihannya adalah ukuran buah lebih panjang dari tanaman cabe biasa.  Disamping itu,  penyakit keriting yang selama ini menjadi permaslahan penting dalam budidaya cabe khususnya di Riau, sudah sangat berkurang dan ketika dibiarkan daun keriting tersebut akan digantikan dengan tumbuh tunas baru yang hijau dan tampa keriting. “ Saat Tn Haji Ismail mengunjungi denplot cabe tersebut, beliau mengatakan bahwa tanaman cabe ini bisa berumur 2,5 tahun sehingga dapat dipanen berkali-kali. Prinsip penting pertanian hidayah ini adalah mudah, murah, cepat dan untung, demikian kaat beliau, Ucap Dr Ismail(rls)

Faperta UIRmou uirUir
Comments (0)
Add Comment