PEKANBARU- TIRASTIMES: Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman meminta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Riau dan kedua kepala daerah terkait segera menuntaskan persoalannya, sebelum kembali menimbulkan konflik baru.
Batas lima desa (RT) yang masih proses klaim, membuat status guru yang ada di sana jadi dilematis. Gubri mengatakan posisi lima desa yang masih saling klaim, daftar tenaga pendidikan yang dikeluarkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terhadap guru tersebut belum tertulis, guru ini posisinya dimana.
“Apakah di Rohul atau Kampar,” Ujar Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman, di VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kamis (07/7/17).
- Film ‘Empat Musim Indonesis’ karya Karmila Andini, Resmi Diajukan untuk Academy Awards ke-99
- Tropi dan Sertifikat Anugerah JMSI untuk UAS Diserahkan: Media Bisa Bentuk Opini Publik
- GPMB Riau Bersama Dipersip Hadirkan Literasi Hijau di Seminar Adiwiyata Festival Ozon 2026
- Kidung Senja: Puisi Iin Oyon
Lebih lanjut dijelaskan bahwa begitu persoalan ini mencuat, status guru yang ada di lima desa yang berbatasan antara Kampar dan Rohul, Pemerintah provinsi Riau langsung mengambil tindakan cepat dengan mengundang kedua kepala dinas terkait.
Kemarin (06/07/17) direncanakan, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Syah Harofie dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau Rudyanto juga akan mengagendakan pertemuan khusus bersama Dirjend Pendidikan Dasar dan Menangah.
Diharapkan dari persoalan status guru yang ada di lima desa yang sampai saat ini masih rebutkan Kampar dan Rohul, segera tuntas. Sehingga, persoalan tenaga pengajar di sana tetap berjalan lancar dalam menjalankan kewajibannya.
Andi mengatakan Kemarin sudah dibahas dalam rapat antara Plt Kadisdik Riau dan Kadisdik Kampar begitu juga Rokan Hulu.
“Sementara kita tunggu, Asisten I dan Kadisdik Riau mau ketemu Dirjend Pendidikan Dasar dan Menengah. Mudah-mudahan ada titik temunya,” ungkap Andi.***(fitriana)