Aku bernyanyi dalam mimpi
Ibu Kartini
Dalam juang Kemala Hayati
Dalam Amuk
Cut Nyak Dien
Dalam hati perempuan sufi
Ziarahku pada Aisyah Sulaiman Riau
Kudekap semangat perempuannya
Yang rindunya terpasung dalam
Ayunan lagu zaman yang tak pandai berdusta
Malam memberiku
Altar renungan
Syair menjadi mangkuk
mangkuk keberanian
Gadaikan cawan ditanganmu pada mabuk nan purba
Kau yang didekapnya sepanjang zaman
Kau yang mereguk anggur seribu warna
Kau yang rindukan dia sepanjang jalan
dan,ibu yang mengagumi tersenyum
Angin bersyair berlagu rindu
Hek Lola kutang barendo
Tampuruong sayak babulu
Kodang kidang hati den ibo
Takonang maso dahulu
Itu syair ibuku
Pekanbaru – Jakarta, Januari 2000