Melodrama Tamat di Percetakan Uang : Puisi Amanda Amalia Putri

Melodrama Tamat di Percetakan Uang

 

Hubungan yang beracun berhasil menamatkan penggalan melodrama

Cinta dan resah itu pelengkapnya

Jungkir balik di udara tanpa mantra pengasihan

 

Selalu mengharuskan datang langsung ke percetakan uang setiap bulannya

Liar dalam ajaran sesat

Jangan gila dong!

 

Masih banyak yang borong

Masih banyak yang berkeliaran di luar sana

Jangan buang air garam di sembarang tempat

 

Jika tak mau berkarat

Permen karet rusak dimakan ulat

Kerapkali baku tembak di kepala

 

Ketapang, 08 Mei 2026

 

Amanda Amalia Putri, lahir di Banyuwangi, 28 Februari 2004. Mengisi waktu luangnya dengan menulis puisi. Puisi-puisinya termuat di Banera.id, Bantenhejo.com, biliksastra, darus.id, KBANEWS, Madurapers, Mbludus.com, MediaKTM, NOLESA.COM, Riausastra.com, Salik.id, pronesiata.id, SumenepNews.com, dan sepenuhnya.com. Beberapa puisinya termuat dalam buku antologi bersama antara lain: Pengembara Rindu (2020), Senandung Bait Cinta Pertama (2023), Gugur Cinta ke Pelukan Rindu (2023), Rahasia Hati Yang Tak Pernah Terucap (2023), Simpul Rasa (2023), dan Aku di Garis Penantian (2024), Jejak Masa lalu (2025), dan Luka yang tak Bersuara (2025).
Comments (0)
Add Comment