Musim Sabar: Puisi Firman Wally

musim timur begini ayah
laut kita berantakan
daun-daun dijilat angin
dahan dipatakan topan
berserakan di permukaan
dimuntahkan gelombang di tepian

pasir yang dulu putih
menjadi merah, hitam di bibir pantai
seperti ayah yang pulang melaut
senyum memudar dibasuh malam

semenjak barat berganti ke timur
perahu menepi di darat
menghitum hari dengan berat
sembari mendengarkan nyanyian angin
yang sesak nafas

musim timur begini ayah
nada-nada yang paling menghibur itu
ketika angin barat sudah mengusap dada
kita tak lagi melihat senyum memudar
atau bibir bergetar
berkata sabar

Ambon, 23 Juli 2024

Comments (0)
Add Comment