JAKARTA- TIRASTIMES: Anggota Pansus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinton Pasaribu meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigasi terhadap KPK.
Sebab, Masinton menduga ada indikasi kerugian negara yang dilakukan KPK, sesuai hasil laporan BPK pada tahun 2015.
- Saatnya Tidak Lagi Bersembunyi: Catatan Shamsi Ali Al-Nuyorki
- Membedah Roman Cinta Hamka: Catatan Shafwan Hadi Umry
- Dua Sastrawan Riau Bersilaturahim dan Dua Jam Berbincang Lepas dengan Ahmad Tohari, Pengarang Terkenal Novel Ronggeng Dukuh Paruk
- Pansus DPRD Riau Bahas Perubahan Perda Pengelolaan Lingkungan Hidup, Perlu Pembentukan Pusat Pengaduan Lingkungan Hidup
- SMPN 50 Pekanbaru Gelar Literasi Konservasi Bersama Sastrawan Riau, Tanam 50 Pohon
“Iya makanya nanti kan audit itu ada keuangan penggunaan anggaran dan ada kinerja. Itu akan kami konsultasikan dengan BPK. Di samping data yang sudah ada, kami kan masih menerima laporan pengaduan dari masyarakat juga,” kata Masinton saat dihubungi di Jakarta, Rabu (28/6/2017).
Kendati demikian, Politisi PDIP ini mengungkapkan, audit investigasi tersebut akan dilakukan usai KPK datang terlebih dahulu ke Pansus Angket KPK. Sehingga, lanjut Masinton, tim Pansus mendapat penjelasan perihal adanya indikasi kerugian negara.
“BPK udah bersedia. Selama ini juga kan pengalaman di Pansus Angket Pelindo II kan BPK juga kooperatif. Kita gali soal perihal audit BPK terhadap KPK soal audit keuangan maupun audit kinerja,” tegasnya.(TS)