Pentigraf : Dari Mana Makanan itu Datang | R.Amalia

“Tenanglah anak-anakku, ibu tahu kalian kelaparan. Sebentar lagi makanan akan segera terhidang,” ucap seorang wanita janda yang berusaha menenangkan anaknya yang merengek karena lapar. Meski sebenarnya tiada lagi bahan makanan yang tersedia di rumah, kecuali hanya derai air mata. Jikalau air matanya bisa dijual untuk menebus rasa lapar, mungkin dia akan membiarkan air mata itu terus mengalir. Sayangnya, hal itu tak bisa.

Ibu itu pun membuka lemari pakaian. Ia berusaha mencari-cari barang yang mungkin bisa dijual untuk membeli bahan makanan. Akan tetapi, semakin ia merogoh ke dalam, ia tak menemukan sedikit pun barang berharga untuk dijual. Kemudian ia teringat dengan cincin kawin yang ia miliki. Baginya hanya itu satu-satunya benda berharga yang ia punyai.

Tanpa pikir panjang lagi, ia segera mengambil cincin itu dan mengeluarkannya dari lemari. Kemudian dia menuju ke salah satu rumah tetangga untuk menjual cincin tersebut. Tak disangka saat hendak menuju rumah tetangga, ia kehilangan cincin yang akan dijualnya. Dicarinya cincin itu, tetapi tiada juga dapat menemunya. Betapa gusar hati ibu itu, cincin berharga satu-satunya telah lenyap. Kini ia terpaksa pulang dengan tangan hampa, ia pun pasrah kepada Allah dan segera menemui anak-anaknya. Tiada sangka, ia mendapati anak-anaknya sedang makan dengan begitu lahap. Terhidang segala macam makanan di meja. Ibu itu heran dari mana makanan itu datang? Anak tertua pun berkata bahwa makanan itu diberikan ke rumah oleh seorang laki-laki berbaju putih. Saat ditanya siapa laki-laki berbaju putih? Anak tertua menunjuk pada sebuah foto yang terpajang di dinding. Ibu itu pun berkata, “Mustahil.”

R. Amalia 
lahir di Surabaya. Kini berdomisili di Sidoarjo. Alumnus Sastra Indonesia-Unesa. Pengajar di SDIT Insan Kamil Sidoarjo. Pengurus di Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) - Komite Sastra (2017-2022). Buku baru yang akan terbit adalah buku kumpulan cerpen berjudul Wajah yang Berbeda.  E-mail : amaliaonwrites@gmail.com. Facebook: Rizka Amalia.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai, Pantun,Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: 
redaksi.tirastimes@gmail.com

pentigrafR Amalia
Comments (0)
Add Comment