PEKANBARU – TIRASTIMES: Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) di Riau yang diinisiasi oleh Komunitas Rumah Sunting berlangsung meriah. Acara yang digelar di Anjungan Kampar, Bandar Serai (Arena MTQ), Pekanbaru, Jumat (17/7). Para penyair Riau dan pembaca puisi tampil dengan berbagai ekspresi. Sejak HPI dideklarasikan di Riau akhir tahun 2012 oleh puluhan penyair, Rumah Sunting memang menjadi penggerak dan juga pelaksanaan perayaan HPI di Riau setiap tahun.
Inisiator HPI, Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi dalam sambutannya, menyampaikan bahwa HPI ada karena Riau. ‘’HPI ada karena Riau. Kalau tidak ada Riau, tidak akan ada HPI. Maka sudah semestinya kita menjaga api semangat dan gelora kebesaran HPI secara bersama-sama. Rayakan setiap tahun,’’ kata Datuk.
Merespon hal ini, penyair SPN. Fakhrunnas MA Jabbar mengatakan, “apabila Presiden Penyair Indonesia adalah Sutardji Calzoum Bachri maka Presiden Hari Puisi adalah Rida K. Liamsi. Fakhrunnas tampil baca puisi secara duet dengan istrinya, Tutin Apriyani (Nenny) yang juga Ketua Wanita Penulis Indonesia (WPI) Wilayah Riau. Fakhrunnas dan Tutin membacakan puisi ‘Dunia Miring‘ karya Fakhrunnas yang juga Pemred Media Online Tirastimes.com. Puisi ini bercerita tentang dunia yang tidak damai karena diwarnai peperangan. Homo homini lupus alias yang kuat menindas yang lemah.
Pada perayaan Hari Puisi ini, tampak juga hadir selain para penyair, juga puluhan pembaca puisi lainnya di antaranya pejabat, anggota DPRD, pimpinan komunitas, pimpinan organisasi kemasyarakatan, dosen, mahasiswa, guru, pelajar, bahkan penyair dari Jakarta.
Salah satu deklarator HPI, penyair Kazzaini Ks, dalam sambutannya yang sekaligus mewakili segenap panitia pelaksana menegaskan harapannya agar HPI terus digaungkan di Riau.
‘’Hari Puisi Indonesia penting bagi Riau, karena Riau termasuk penggagas dan menjadi tempat deklarasi,’’ katanya.
Sepanjang tahun itu pula Kazzaini menyaksikan bagaimana Hari Puisi Indonesia di Riau dirayakan dengan meriah dan dihadiri berbagai penyair baik lokal, nasional, maupun internasional.
‘’Kita tahu Rumah Sunting adalah penggerak dan pelaksana perayaan HPI di Riau dengan didukung banyak pihak. Tidak hanya di Kota Pekanbaru, tapi sampai ke desa-desa di kabupaten/kota di Riau. Semoga setiap tahun kita bisa merayakan HPI, juga sebagai jalan bersilaturahmi. HPI Lahir di Riau dan harus tumbuh terus di Riau,’’ kata Kazzaini lagi.
Pelaksanaan HPI tahun ini dilaksanakan dengan sederhana tapi penuh khidmat. Puisi-puisi dibacakan di ruang setengah terbuka secara bergantian sambil menyeruput kopi dan rebus-rebusan. Dihadiri banyak penyair. Puisi dibacakan mulai dari anak TK, remaja, dewasa hingga para senior. Selain pembacaan puisi, juga pemutaran video sejarah HPI.
Founder KSB Rumah Sunting, Kunni Masrohanti, menjelaskan, perayaan HPI tahun ini sengaja dilaksanakan lebih awal dengan harapan bisa memancing semangat penyair dan komunitas-komunitas sastra lainnya di kabupaten/kota di Riau, bahkan seluruh provinsi di Indonesia untuk turut merayakannya.
‘’HPI memang dirayakan setiap tanggal 26 Juli, tapi tahun ini kami melaksanakannya lebih awal. Ya, semoga kawan-kawan penyair dan komunitas lain di seluruh Indonesia bisa turut merayakannya. Semakin banyak yang merayakan Hari Puisi, semakin puisi merakyat, semakin puisi dicintai masyarakat luas,’’ kata Kunni.
Hadir juga dalam perayaan HPI kali ini Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Dr Umi Kulsum, S.S, M.Hum, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Riau Kristanto Januardi, S.S, M.M, Anggota DPRD Riau yang juga penyair Dodi Irawan, Anggota DPRD Riau Abdullah, penyair dan pengurus Yayasan HPI Jakarta Willy Ana, pimpinan komunitas, seniman, guru, para siswa, seniman dan banyak lainnya. (BK/NS)
Inilah nama-nama penyair dan pembaca puisi di perayaan HPI tahun 2026 di Kota Pekanbaru:
1. A Aris Abeba (Imam Panggung Toktan yang akrab disapa Tok Tan)
2. Fakhrunnas MA Jabbar
3. Husnu Abadi
4. Hang Kafrawi
5. Jefry Al Malay (Ketua Dewan Kesenian Riau)
6. Kazzaini Ks
7. Kunni Masrohanti
8. Mulyati Umar (Pimpinan TBM Mentari Sago)
9. Rida K Liamsi
10. Taufik Ikram Jamil (Ketua Lembaga Adat Melayu Riau)
11. Syafruddin Saleh Sei Gergaji
12. Willy Ana (Jakarta)
13. Dodi Irawan (Penulis/Anggota DPR Riau Fraksi PAN)
14. Kristanto Januardi S.S, MM (Kepala BPKebudayaan Riau)
15. Dr Umi Kulsum S.S, M.Hum (Kepala Balai Bahasa Riau)
16. AZ. Fachri Yasin
17. Sri Mekka (Permaisuri Kerajaan Rokan)
18. Dang Mawar (Sanggar Matan)
19. Azhar Gulthom (Riau Sastra)
20. Hj. Tutin Apriyani (Ketua WPI Riau)
21. Wahyu Oktafiani (Duta Baca Riau 2025)
22. Dini Novira (Duta Bahasa 2025)
23. Abdul Hapiz AR (Ketua Forum Taman Baca Masyarakat Kota Pekanbaru)
24. Siti Zubaidah (Forum Lingkar Pena Riau)
25. Alya Sapri Nayla (SMPN 50 Pekanbaru)
26. Cak Winda (Text Art) (Galeri Hang Nadim)
27. Muhammad Asqalani Eneste, Eko Ragil, Lailywati, Kasih Putri Pane, (Komunnitas Pena Terbang/Competer)
27. Muhammad Tegar, Nyi Ayu Siti Julaiha (TBM Cahaya Rumah)
28. Alif Israqi, Revi Maulana Setiawan,Nawaitu Fliora Linchpin (Ekskul Sastra Al Huda Feat TBM Cahaya Rumah)
29. Khori dan Afdalul Fahri (SMPN 13 Pekanbaru).