Monolog Sabtu Pagi | Puisi-Puisi Rakka Joyn

MONOLOG SABTU PAGI


Ambisi,
Apakah kau jelmaan rasam yang tak berfungsi?
Sedang tanpamu aku hilang orientasi.
Hanya seonggok raga yang termutilasi.

Jujur,
Apakah kamu harus selalu kutabur?
Yang kata orang sifat termasyhur
Padahal kemudian tak selalu mujur.

Mimpi,
Apakah dosa jika aku memahatmu setiap hari?
Sebab kata orang engkau hanya ilusi.
Tapi bagiku kau hari esok yang abadi.

di depan cermin
monolog sabtu pagi
mengocok batin

Amsterdam, 22 Maret 2021


ROMANSA RUMPUT DI MUSIM DINGIN

Aku tak lagi gagah di musim ini
Tersungkur oleh kristal putih

Menimbun tubuh kecilku, menggigil
Namun salju tetap saja merengkuh

, memperkosa
Tak terkecuali sang angin
Memaksaku untuk mati
Akarku meronta keras

 , menggelepar
Memohon untuk tetap tertancap pada bumi
Agar kelak dapat merenda kasih
Dengan Persephone

, sang dewi musim semi

Amsterdam, 8 Februari 2021

  • Rakka Joyn lahir dan besar di Kediri 34 tahun yang lalu. Pria yang memiliki hobi menyelam dan travelling ini bekerja sebagai tenaga kesehatan di kota Utrecht, Belanda. Meski tinggal di jantung kota Amsterdam, namun tidak menyurutkan niatnya untuk menyelami dunia literasi Indonesia khususnya menulis puisi. Ia belajar puisi di Asqa Imagination School (AIS).

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:

redaksi.tirastimes@gmail.com

puisisastra
Comments (0)
Add Comment