Puisi : Sajak Seorang Anak Kepada Ibunya Pada Sebuah Pelabuhan – Husnu Abadi

SAJAK SEORANG ANAK KEPADA IBUNYA PADA SEBUAH PELABUHAN

Aku minta izin pagi ini, ibu dan bapakku,
yang selama ini mengasihiku
yang selama ini membelaiku
yang selama ini membimbingku
Permohonanku ini, kutulis dalam sebuah sajak
Sajak ini telah aku kumpulkan dari ribuan kata-kata
Kata-kata yang lahir, berkeliaran dan terbang bersama kehidupan

Sajak ini memang akhirnya kukhatamkan juga
Karena seperti juga sebuah perjalanan manusia
Harus ada batasnya, harus ada khatamnya
Ibu dan bapakku,
Yang selama ini mengajariku arti kehidupan
Hari ini, aku hendak berjalan lagi
Untuk itulah aku mohon izin
Untuk menempuh jalan hidupku yang lain
Seperti juga kawan-kawanku yang lain
Yang telah menemukan pasangan hidupnya sendiri-sendiri
Akupun demikian juga
akhirnya menemukan juga seorang pria
yang seagama
yang secita-cita
yang bersedia berbagi suka dan duka
yang bersedia untuk
berakit-rakit kehulu
berenang-renang ketepian

ibu dan bapakku,
Aku mohon izin, untuk berlayar dan berlayar
Sebagaimana ibu dan bapak juga, tiga puluhan tahun yang lalu
Minta izin kepada atuk dan nenek …..
Yang kini sebagian telah tiada, semoga Allah mengampuninya
Dan yang sebagian lagi, masih ada di tengah-tengah keluarga
Semoga beliaupun tetap diberi karunia

Kalau dulu, ketika aku anak-anak dan remaja
Ibu dan bapak, dengan kasih sayang
Membelaku, membelaiku, dengan penuh kelembutan
Maka
mungkin dimasa-masa mendatang,
Doa-doa yang lembut dari ibu dan bapaklah
Yang akan selalu kudambakan dan kuimpikan
agar perahu yang kudayung ini
sampai juga ke pelabuhan kehidupan

pada masa lalu, semasa anak-anak dan remaja
aku pun pernah nakal, tak patuh atau bermalas-malasan
membuang waktu tak karuan
atau pernah juga terucap kata-kata yang melukai hati ibu dan bapak
oh ibu dan bapak
mungkin kecewa dengan aku
maafkan aku ya ibu
maafkan aku ya bapak
kalaulah, kalaulah ibu dan bapak tak memaafkan aku
bagaimana pula perahu ini akan berlayar
bagaimana pula pelabuhan di depan, akan dapat aku singgahi

aku tulis sajak ini, di saat-saat malam yang semakin malam
aku mohon
aku mohon diperkenankan
untuk mendampingi pria pilihan hidupku
berenang, berlayar untuk menghadapi ombak dan gelombang
menghadapi angin lembut atau angin badai
menghadapi kerasnya hidup ataupun damainya angin surga

aku tak akan lupa pada kasih sayang ibu dan bapak
sebagaimana engkau juga tak pernah lupa
pada kasih sayangnya
atuk dan nenek
ya allah
berikanlah kasih sayangMu kepada ibu dan bapakku
berikanlah kasih sayangmu kepada atuk dan nenek
sebagaimana mereka semua telah memberikan kasih sayangnya
kepada ku
kepada ku

Pekanbaru
2011

puisi husnu abadi
Comments (0)
Add Comment