Puluhan Sastrawan Riau Berhimpun dalam Festival Sastra Melayu Riau 2025

PEKANBARU-TIRASTIMES: Puluhan sastrawan lintas generasi berkumpul dalam helat Festival Sastra Melayu Riau 2025 yang digelar oleh Rumah Kreatif Suku Seni Riau pada Sabtu, 18 Oktober 2025, bertempat di Riau Creative Hub.

Hadir dalam acara ini sejumlah pejabat penting, antara lain Gubernur Riau diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Riau, serta para sastrawan baik yang bermukim di Pekanbaru maupun yang datang dari Kampar, Siak, Dumai dan Kepulauan Meranti. Pada acara ini diluncurkan buku kumpulan esai.

“Kami memiliki keterbatasan dana yang didukung oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sehingga hanya 35 orang sastrawan yang bisa kami undang,” ujar Pimpinan Rumah Kreatif Sukuseni, sastrawan Marhalim Zaini.

Acara pembukaan yang di awal acara ditandai dengan pemukulan tabuh oleh Kadis Kebudayaan diikuti para pejabat yang hadir dengan memukul alat perkusi. Sebelumnya ada penampilan teatrikal puisi mantera Sutardji Calzoum Bachri. Tema festival ini ‘Bertanya Kata pada Mantera‘.

Acara utama festival ini adalah forum “Sastrawan Riau Berhimpun” yang secara khusus mengundang 35 sastrawan untuk mengikuti Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion). Para sastrawan berdialog tentang problematika dan dinamika perkembangan sastra di Riau.

Ada lima topik pembahasan utama dalam diskusi tersebut: Dunia buku dan penerbit di Riau, Sastra dan media, Kekaryaan dan regenerasi, Komunitas sastra, dan Festival dan pembacaan sastra.

“Hasil dari Diskusi Terpumpun ini akan dikompilasi dan disampaikan kepada para pembuat kebijakan agar bisa menjadi rujukan pengembangan ekosistem sastra di Riau,” ujar Marhalim Zaini, Ketua Rumah Kreatif Suku Seni Riau.

Selain forum diskusi, FSMR 2025 juga menampilkan berbagai kegiatan sastra dan seni, seperti alih wahana mantra ke media digital, pembacaan puisi, serta pertunjukan sastra. Festival ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan sastrawan, pelaku seni, dan pemangku kebijakan dalam memperkuat posisi sastra Melayu Riau di tengah perkembangan zaman. (BK/FJ)

Comments (0)
Add Comment