Sunyi dalam sahurku senja lambat merangkak
Ada hati yang berlahan bercahaya
Sebagai filter amarah, menahan kata, agar tetap lembut dalam berucap
Menunda rasa dalam perihnya puasa
Untuk melatih diri dari luka di atas kesombongan
Mengikat nafsu yang sering meraja
Agar iman tumbuh lebih perkasa
Saat perut kosong, hati terisi, dengan sabar yang tak mudah diganti
Dan harap yang tak pernah mati
Ramadhan mengajarkanku, bahwa kuat bukan soal raga
Melainkan hati yang tetap percaya
Meski dunia tak selalu sempurna
Karena pada akhirnya puasa ini, bukan tentang siapa aku
Tetapi mencari jalan untuk mendekat kepada Ilahi.
Jember, 18 Maret 2026
Ana Lailatul Fauziah. Bersama suami tercinta dan tujuh buah hati yang menjadi kebanggaan hidupku, di Ramadhan 2026 ini sahur dan berbuka selalu bersama dengan penuh keceriaan yang dipenuhi tawa dan doa. Puasa bukan hanya ibadah fisik, melainkan juga ikatan yang semakin mempererat hubungan keluarga kita, mengajarkan kita tentang kesabaran, kasih sayang, dan syukur atas segala nikmat yang telah Tuhan berikan.