Senyuman Atas Nama Cinta dan Kebaikan
Oleh: Kang Thohir
“Senyuman atas nama cinta, itu yang membuat aku semangat.”
___
Di balik peristiwa yang ada, bahwa hikmah itu selalu ada. Effort yang kuat untuk menjadikan jiwa yang tenang dan menerima segala hal. Kamu masih dalam cinta dan kasih-Nya, oleh sebab itu kamu harus sabar untuk menenangkan diri supaya lebih baik lagi ke depannya nanti. Semangat dalam kebaikan ada buah kenikmatan yang luar biasa, ketika kita bisa melewatinya dengan berbaik sangka dan hati-hati. Cinta datang dari hati yang suci, kebaikan akan dibalas kebaikan, keburukan dibalas keburukan. Kebijakan dan keadilan Tuhan itu lebih indah dan penuh keberkahan. Terus melakukan kebajikan, meski dipandang sebelah mata. Tak usah validasi atau klarifikasi kebenaran itu selalu ada, dan kesalahan akan terbongkar dengan sendirinya. Kamu bisa melewatinya dan bisa meraihnya dengan cita-cita yang mulia. Melangkah menuju kesuksesan itu, dan mencari ridho-Nya, agar langkahmu mendapat petunjuk dari-Nya. Kamu ini adalah harapan semua orang, berlakulah untuk kemaslahatan dan kebermanfaatan bagi orang banyak.
Kamu memang tak ada yang membela, tapi kamu jangan khawatir ada Tuhan yang membelamu tanpa kamu sadari. Niat hati yang bersih untuk mendapatkan keberkahan itu secara langsung lewat perbuatan yang baik dan sesuai syari’at. Jiwa akan selamat.
“Berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.” Harus diingat kembali, apa yang kita kerjakan atau apa yang kita berbuat sebelumnya. Instrospeksi diri, meski kita kadang lupa untuk berbenah diri dan mengusap cermin-cermin yang telah berdebu. Biar semakin bersih dan berkilat. Tanamkan hati yang tulus, iman dan kesabaran yang kuat. Tak goyah dengan badai apapun yang melanda. Tetap teguh pada cinta yang hakiki, menatap dengan wajah yang berseri-seri dan ucapan yang lembut. Karena rasa cinta kepada Tuhan yang lebih besar dari segalanya.
Brebes, 16 Januari 2026