Syair Takdirmu Di Lailatul Qadar
Bismillah bermula ucapan kalam
Kepada Allah Kholiqul ‘alam
Teriring shalawat berangkai salam
Sepanjang pagi hingga ke malam
Ramadan menghitung langkah berbelas
Melaju cepat jejak bergegas
Pahala berlipat ibadah berbalas
Bangkit insan menjauh malas
Setiap insan memiliki takdir
Ketentuan Allah semenjak lahir
Ajal maut jodoh terukir
Persoalan rezeki sempit mengalir
Begitulah kuasa Tuhan penyayang
Kepada insan bukan kepalang
Tanpa peduli sembarang orang
Tercatat rapi usia sepanjang
Takdir berarti ketentuan nasib
Sukar ditebak sangat ajaib
Rukun iman menjadi wajib
Percaya meski tersirat ghaib
Bermakna peristiwa pilihan makhluk
Ketentuan baik ketentuan buruk
Hidup sederhana jangan kemaruk
Berakhir nasib menjadi buruk
Umat Islam paham suratan
Sebagai bagian ketentuan Tuhan
Sebab termaktub pilar keimanan
Hati percaya gerak ucapan
Al-Qur’an Hadis tersurat jelas
Tentang takdir luas dibahas
Tiada mengekang tiada batas
Jemputlah segera dengan bergegas
Manusia hanya berpikir sederhana
Tersebab ilmu tidak sempurna
Ruang sempit akal mencerna
Kemudian lebih khayal berkelana
Dua dimensi saling bertautan
Perkara manusia perkara Tuhan
Merenung ayat hanya sekumpulan
Lalu coba membuat kesimpulan
Hanya Allah awal akhir
Rohani batin jasad zhahir
Tiada sekutu sesuatu lain
Penentu kehendak segala ingin
Allah menciptakan takdir tetap
Takdir kemudian selalu terungkap
Tabir rahasia akan tersingkap
Tanpa sempat mata mengerjap
Allah maha segala kehendak
Penentu hidup nafas bergerak
Langkah kaki ketika berpijak
Begitupun pikir hajat bertindak
Allah memberi petunjuk hidayah
Kepada siapa mencari berkah
Larut diri sembah ibadah
Mengangkat tangan do’a tengadah
Sementara manusia berusaha sungguh
Mencapai tujuah bersimbah peluh
Jalani hidup tanpa mengeluh
Kerjakan perintah menunduk patuh
Sungguh nasib suatu kaum
Berubah karena semangat kagum
Melihat dunia mekar menguntum
Aroma akhirat teringat harum
Dari itulah semangat beramal
Karena dunia tiada kekal
Siap sedia berbanyak bekal
Menjadi tabung sebelum ajal
Hendak berubah banyak berusaha
Ikhtiar jangan berleha-leha
Seperti amalan para fukaha
Sepanjang malam berlanjut Dhuha
Seberapa pandai manusia berfikir
Tiadalah dapat menentukan takdir
Meski rencana susun terorganisir
Hanya tebakan perkara akhir
Manusia tahu setelah terjadi
Hanya Allah kekal abadi
Maka itulah hidup berbudi
Percaya takdir kokoh bersendi
Takdir diatur Lalilatur Qadar
Lebih dari hanya sekedar
Segeralah insan insyafi sadar
Jemputlah khabar ibadah benar
Malam terbaik seribu bulan
Satu malam di antara Ramadan
Malaikat turun mengatur urusan
Nasib tertulis setahun ke depan
Semua akan bertanggung jawab
Kaki tangan bersaksi sebab
Jahat mendapat balasan azab
Kebaikan membuat surga akrab
Tunggulah hisab di padang Mahsyar
Siapa salah siapa benar
Barulah jelas panjang lebar
Tiada dapat tawar menawar
Selesai syair menjelang siang
Gembira hati bercampur senang
Kandungan baik teladan pandang
Buruk menjadi sempadan pancang
Kelapapati, 19 Ramadan 1442 H