Syair Takdirmu Di Lailatul Qadar – M. Rizal Ical

Syair Takdirmu Di Lailatul Qadar

Bismillah bermula ucapan kalam
Kepada Allah Kholiqul ‘alam
Teriring shalawat berangkai salam
Sepanjang pagi hingga ke malam

Ramadan menghitung langkah berbelas
Melaju cepat jejak bergegas
Pahala berlipat ibadah berbalas
Bangkit insan menjauh malas

Setiap insan memiliki takdir
Ketentuan Allah semenjak lahir
Ajal maut jodoh terukir
Persoalan rezeki sempit mengalir

Begitulah kuasa Tuhan penyayang
Kepada insan bukan kepalang
Tanpa peduli sembarang orang
Tercatat rapi usia sepanjang

Takdir berarti ketentuan nasib
Sukar ditebak sangat ajaib
Rukun iman menjadi wajib
Percaya meski tersirat ghaib

Bermakna peristiwa pilihan makhluk
Ketentuan baik ketentuan buruk
Hidup sederhana jangan kemaruk
Berakhir nasib menjadi buruk

Umat Islam paham suratan
Sebagai bagian ketentuan Tuhan
Sebab termaktub pilar keimanan
Hati percaya gerak ucapan

Al-Qur’an Hadis tersurat jelas
Tentang takdir luas dibahas
Tiada mengekang tiada batas
Jemputlah segera dengan bergegas

Manusia hanya berpikir sederhana
Tersebab ilmu tidak sempurna
Ruang sempit akal mencerna
Kemudian lebih khayal berkelana

Dua dimensi saling bertautan
Perkara manusia perkara Tuhan
Merenung ayat hanya sekumpulan
Lalu coba membuat kesimpulan

Hanya Allah awal akhir
Rohani batin jasad zhahir
Tiada sekutu sesuatu lain
Penentu kehendak segala ingin

Allah menciptakan takdir tetap
Takdir kemudian selalu terungkap
Tabir rahasia akan tersingkap
Tanpa sempat mata mengerjap

Allah maha segala kehendak
Penentu hidup nafas bergerak
Langkah kaki ketika berpijak
Begitupun pikir hajat bertindak

Allah memberi petunjuk hidayah
Kepada siapa mencari berkah
Larut diri sembah ibadah
Mengangkat tangan do’a tengadah

Sementara manusia berusaha sungguh
Mencapai tujuah bersimbah peluh
Jalani hidup tanpa mengeluh
Kerjakan perintah menunduk patuh

Sungguh nasib suatu kaum
Berubah karena semangat kagum
Melihat dunia mekar menguntum
Aroma akhirat teringat harum

Dari itulah semangat beramal
Karena dunia tiada kekal
Siap sedia berbanyak bekal
Menjadi tabung sebelum ajal

Hendak berubah banyak berusaha
Ikhtiar jangan berleha-leha
Seperti amalan para fukaha
Sepanjang malam berlanjut Dhuha

Seberapa pandai manusia berfikir
Tiadalah dapat menentukan takdir
Meski rencana susun terorganisir
Hanya tebakan perkara akhir

Manusia tahu setelah terjadi
Hanya Allah kekal abadi
Maka itulah hidup berbudi
Percaya takdir kokoh bersendi

Takdir diatur Lalilatur Qadar
Lebih dari hanya sekedar
Segeralah insan insyafi sadar
Jemputlah khabar ibadah benar

Malam terbaik seribu bulan
Satu malam di antara Ramadan
Malaikat turun mengatur urusan
Nasib tertulis setahun ke depan

Semua akan bertanggung jawab
Kaki tangan bersaksi sebab
Jahat mendapat balasan azab
Kebaikan membuat surga akrab

Tunggulah hisab di padang Mahsyar
Siapa salah siapa benar
Barulah jelas panjang lebar
Tiada dapat tawar menawar

Selesai syair menjelang siang
Gembira hati bercampur senang
Kandungan baik teladan pandang
Buruk menjadi sempadan pancang

Kelapapati, 19 Ramadan 1442 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan