Untuk Petang Yang Memerah: Puisi Aal Rahim Sekha

Petang yang biasanya kuning keemasan
Hari ini memerah saga yang luka
Menatapnya tak ada gembira
Sedang mata tidak bisa terjaga
Luruh titik demi titik dari pelupuknya
Dalam degupan dada yang menghiba
Angin tak secepat biasanya berhembus
Kini semakin enggan meniupkan debu yang ada
Karena; debu itu menutupi duka anak Palestina.
Untuk petang yang memerah
aku tak bisa terbang ke sana mengelakkan awan memerah saga
Agar luka dan sengsara sirna di Palestina.

Lipat Kain, 02 Desember 2023.

Comments (0)
Add Comment