Abadinya Tinta Hitam dan Kertas Putih: Puisi Lalik Kongkar

Hari ini aku melampiaskan kemarahan dalam sunyi, kemarahan yang tiada arti sebenarnya
Hanyalah ulah sang maha tidak bertanggung jawab.
Hari ini aku hanya ditemani tinta hitam dan kertas putih tanpa dosa, yang aku jadikan sasaran untuk kemarahanku ini
Kemarahan yang tidak henti pada tanganku, aku menggoreskan tinta hitam di buku-buku, aku menggoreskan tinta hitam yang masih putih polos

Kertas putih maafkanlah aku, karena aku tiada teman melainkan hanya kamu
Kertas putih maafkanlah aku yang telah menodaimu dengan tinta hitamku
Maafkanlah aku yang telah meremasmu dengan kedua tanganku
Kamu sangatkah berjasa dalam hidupku, mulai aku belum mengerti bagaimana menulis huruf A dan sampai sekarang aku sudah memahami apa itu huruf Z
Kertas putih kau sangatlah berharga ada di dunia ini, bayangkan berapa puluh ribu juta manusia yang tidak bisa hidup tanpamu

Dulu kau hanyalah daun yang dijadikan muntahan tinta hitamku, namun sekarang kau sangat sempurna
Kertas putih maafkanlah aku yang telah mengotorimu dengan huruf-huruf yang berjajar dan angka yang dijadikan diriku mempunyai inspirasi
Dulu aku tidak mengenal bagaimana cara menulis huruf dan angka yang saat ini aku tulis di tubuhmu kertas putih
Hanyalah ilustrasi yang akan jadikan untuk membahagiakanmu

Bagaimana mungkin kau akan membahagiakanku sedangkan tinta hitamku telah mengotorimu?
Seandainya kau dapat berbicara maka aku ingin bercerita banyak denganmu kertas putih
Kau terluka akibat kemarahanku, kau terluka akibat egoku
Tinta hitam yang telah menggores tubuhmu akan lama hilang sebelum kau di terpa oleh kehancuran
Tinta hitam yang sudah memenuhi tubuhmu akan hilang bila di terpa goresan, namun itu ada bekasnya dan kamu tidak bisa seputih pertama kali saat aku memakaimu

Kertas putih seandainya kau tahu keadaanku pasti kau akan lebih bisa merasakan bagaimana sulitnya jadi aku
Kemarahanku hanyalah sementara “kertas putih” besok atau lusa aku akan baik denganmu karena kamun tidak pantas untuk jadi ajang kemarahanku
Aku telah banyak berdosa padamu karena aku telah banyak menorehkan tinta hitam padamu, namun ini semua hanyalah aku jadikan tempat untuk metode pembelajaranku, karena tanpa ada kamu akan kebingungan untuk mencari lahan untuk pembelajaranku hidup di dunia yang fana ini

 

 

 

Comments (0)
Add Comment