Ayah … dalam Lirihku, Aku Kuat Bersamamu: Puisi Ali Imran

Ayah, engkau peluk dunia dalam senyummu,
Sejuk bagai embun di pagi yang tenang,
Kau adalah pelita dalam malam yang gulita,
Terasa hangat meski badai menerjang.

Di tanganmu, hidup menjelma lukisan,
Seperti seniman yang mengayuh kuasnya,
Warna-warni cerita kita, indah dan rapi,
Dalam goresan hatimu, selalu penuh makna.

Bagai kapal yang kokoh mengarungi lautan,
Engkau adalah kemudi yang tegar dan mantap,
Menuntun melintasi ombak dan badai,
Menuju pelabuhan bahagia yang abadi.

Ayah, dalam doamu bumi dan langit berbicara,
Engkau berbicara dengan bintang-bintang di malam,
Kau bisikkan rahasia alam semesta padaku,
Dalam lirihmu, kebijaksanaan tak terkira.

Kau adalah bukit yang tegar dan kokoh,
Ketika badai menggoyahkan dunia ini,
Kau adalah matahari dalam hari kelabu,
Menghangatkan hati dalam dingin dan rintik hujan.

Ayah, engkau bagaikan pohon yang rindang,
Menyediakan perlindungan di bawah naunganmu,
Kami adalah dedaunan yang selalu kau peluk,
Dalam cinta abadi, dalam pelukanmu.

Kami berterima kasih padamu, ayah tercinta,
Dalam puisi ini, Aku sampaikan rasa syukur,
Kau adalah pahlawan dalam kisah kehidupanku,
Ayah, selamanya
aku,
kami dan kita
Cinta dan banggakan pada dirimu.

Pekanbaru, 13092023

Comments (0)
Add Comment