Bahagia di Sisa Usia: Puisi Umi Hanin

Di langit pagi yang cerah
Kabut tipis mulai merambah
Pucuk-pucuk dedaunan yang lambai
Menanti sinar matahari yang belum sampai

Seorang petani melintasi pematang sawah
Setelah melunasi dahaga padi
Sebelum tuntas dahaganya sendiri
Senyum rekah adalah bahagia paling indah
Tak sabar menanti waktu panen tiba dengan binar syukur tak terkira

Dan seorang ibu
Yang sudah memanggil anak-anak ayam berkumpul
Ditaburinya bekatul
Di halaman tanah yang gembur
Itulah sarapan paling pagi
Sebelum dapur mengepul
Dan tanak nasi dipindah ke dalam bakul

Cerah matahari di balik senyum bibirnya yang keriput tergerus umur

O bahagianya
Berkah hidup di sisa usia
Bersujud pada hamparan sajadah paling hening
Tumpah segala hasrat dan hajat
Syukur atas karunia tak terukur

Subuh, 24 April 2024

Comments (0)
Add Comment