BALON HIJAU
mencoba mengaksarakanmu
membuat kepalaku terasa berketombe dan berkutu
gatalnya bukan main
barangkali seperti gatal sikapmu
terhadap perempuan-perempuan lain
tanganku pun terasa mulai gemetar
seperti saat petir besar pertama kali menyambar
ketika bahtera sedang tenang berlayar
menulis tentangmu ternyata
aku tak sanggup memilih kata
maka, biarkan aku bergumam saja
: “wahai balon hijau
kau telah berhasil membuat balkonku sangat kacau
namun, perlu kau ingat
balonku tidak tinggal empat
hingga kau tak perlu kupegang erat-erat”
Pekanbaru, Juli 2022
Mantap Kak, dalam maknanya bukan sekedar balon