BALON JINGGA
kau yang terakhir
dan paling lama hadir
di balkonku
kudapatkan kau dari seorang teman
katanya kau baru saja dilepaskan
oleh pemilikmu yang memilih pergi
bersama sang kekasih hati
lantaran cinta lama bersemi kembali
aku merasakan udaramu yang hampa
akibat paru-parumu sering terpapar dusta
jantungmu kerap mendetakan curiga
batu-batu menumpuk di kepala
hingga kau sulit percaya
bahwa balkonku adalah tempat rahasia
yang akan membawamu ke nirwana
empat setengah tahun
kau menetap di balkonku seperti embun
yang tak ingin lepas dari pelukan daun
namun kau hanya diam pasrah
ketika langit mulai merah
sampai sinar matahari meruah
Pekanbaru, Juli 2022