datang ke bengkalis disambut gerimis
di tengah langit yang tekun menulis
sejarah tak pernah habis
bengkalis bukan tanah persinggahan
ia simpul luhur peradaban
laut membentang menjadi halaman
tempat kita menenun masa depan
di sini keberanian bukan amarah
kekuatan bukan untuk menindas
berdiri tegak berjuang dengan budi yang ikhlas
jadilah melayu yang tahu asal
teguh akal luas menang
tinggi ilmu halus akal
berani melangkah santun bertingkah
di sinilah jejak datuk laksamana
menjaga selat menjaga marwah
melawan arus menahan gelora
datuk laksamana berdiri di haluan menjaga perairan
bukan sekadar gagah menghunus keberanian
tapi tetap teguh menimbang sebelum melangkah
menyusun kata sebelum bersuara
laut mengajarkan melayu berani
gelombang ditempuh badai dilalui
namun setinggi layar mengembang di laut
serendah hati tetap tunduk pada adat
datang ke bengkalis disambut gerimis
dibalik titis yang jatuh ruh melayu berbisik
bukan sekedar tentang masa lalu
tetapi tentang siapa kita hari ini
ombak tak pernah bertanya
sejauh mana layar akan dibawa
ia mengajarkan satu perkara
akal boleh di pantai
namun cita-cita mesti melampau selat
wahai…
jangan hanya mewarisi nama dan cerita
nada pantun menjadi suara,
kadang menjadi cara membaca dunia
berlayarlah…
jemput ilmu dari segala penjuru
mengejar mimpi di atas peta yang baru
raih dunia dengan tanganmu
ketika pulang dengan melayu hidup di dadamu
-di atas kapal roro sungai pakning-bengkalis, 21 Agustus 2026