memecah tebing waktu, naik air diri, sedang pencakar Tuhan paling tinggi, ada di bawah akar nurani.
cahaya ikan pecah, amis selubuk jiwa. sedang sisik hidup, bening butir doa.
betapa napas, bangun tipis kesadaran, atas permukaan khilaf, bergelombang diterpa perahu alien.
sedang diri memekur, kurung bintang banting, di langit dan di laut, ada binatang membentang diri, luas dasar kehadirat namaMu.
Kubang Raya, 25 Mei MMXXVI
Muhammad Asqalani eNeSTe. Kelahiran, Paringgonan 25 1988. Menulis puisi sejak 2006. Mentor menulis puisi online di Asqa Imagination (School). Buku terbarunya yang akan terbit abu bakaran ladang (Penerbit Lumpur, 2026). IG: @muhammadasqalanie