Di meja yang sepi itu
secangkir kopi
mengepul asap dengan gembira
tercium aroma rindu
vas bunga
tamplak meja bermotif wajah murung
asbak butuh ditemani
di kepala hanya ada
jalan menuju pulang
Kau tak lekan untuk mengulang kata yang berpulang pada kedamaian,
Keramaian seperti anak kecil yang kehilangan ibu
sementara tubuhnya masih butuh asi dan kasih
Tahoku, 14 Juni 2023
Firman Wally pria kelahiran Tahoku 03 April 1995. Lulusan Universitas Pattimura Ambon jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia. Namanya sudah tergabung kurang lebih 60 antologi bersama. Antologi tunggalnya “Lelaki Leihitu” “Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan” dan “Menghibur Luka”. Puisi-puisinya pernah dimuat di berbagai redaksi baik online maupun cetak: APAJAKE, SEMESTA SENI, ELIPSIS, Poros Timur dll. Kini aktifitasnya sebagai pengajar. Nama pena: firmanwally02