biarkan diam asal dia bahagia daripada berisik buat pekak telinga
suaranya terdengar tapi tak bisa diterjemahkan, hanya akan obrak-abrik rasa keputusasaan
diapun akhirnya berjalan tenang dalam lorong kosong, gelap dan hampa
tiada berujung menuju cahaya
luka dalam merobek jiwa, cuma bisa diam dan
berbekal keyakinan, semua akan berlalu ditelan waktu
berakhir pada beban yang terasa ringan, tidak meninggalkan jejak
Manggarai, 10-11-23
Dewi Rejeki, Lahir di Tangerang, Banten, 04 Maret 1977. Bekerja sebagai perawat dan penulis. Buku perdananya “Sang Dewi” dan beberapa buku antologi fiksi dan non fiksi. Tertarik mulai pada puisi dengan mengikuti kelas puisi di AIS bacht 33. Prestasi menulis juara 2 nasional lewat penerbit buku antologi, untuk kelas puisi peringkat 8 di ABA XVII dan sedang mengikuti 30 besar ACI 2024 diselenggarakan oleh Asqa Imagination School.