Janji Pelangi dan Embun di Tepi Sungai: Puisi Hening Wicara

Di tepi sungai Kizilimak, Turki
dua busur pelangi memecah pagi
Semata-mata agar embun mengerti
Bahwa yang remuk berkali-kali,
bukan ia sendiri

Dua busur pelangi itu datang,
tanpa diundang awan
tanpa dijemput hujan
tanpa diantar halilintar
Hanya untuk bersaksi
bahwa warna tak pernah punya arti
Ketika mata tak memilih cinta
sebagai lensa paling kornea

Sebab, dalam menatap dunia
Bulu-bulu lentik nan cantik
yang berkedip hampir tiap detik
tak pernah sanggup menampung rintik
meski seukuran debu setitik

Dan cinta,
yang bergelora sebagai cahaya
tak akan pernah bisa hadir
Pada akal yang alpa dari fikir
Pada kalbu yang lalai dari zikir

Di ujung pagi,
dua busur pelangi ajak embun berjanji:
untuk membuang keluh, jauh-jauh
tiap kali jatuh, tiap kali luruh
untuk menerima pemberian semesta
dengan dada seluas jagad raya
untuk berdamai dengan sakit
Meski perih menggigit

Sebab, hanya kecemerlangan hati
dapat menyentuh langit

Tepi Sungai Kizilimak Turki, Juli 2023

Comments (0)
Add Comment