Ketika Arjuna Sastra Itu Gugur: Puisi Riami

Yudhistira, ketika cinta-cinta kautuliskan di dalam buku
Tetap terbaca dalam kisah-kisah kehidupan
Engkau abadi dalam duniamu yang baru
Yang tak bisa kusentuh dengan jariku untuk bersalaman dalam helat-helat dunia yang kian gemuruh

Engkau menyepi di tepi paling hening
Mendiami keheningan sejati
Menemukan cinta tiada batas hakiki

Engkaulah ayat-ayat kehidupan yang telah usai
Berkemas lekas menuju puncak munajat
Mengibarkan bendera duka di hati pecinta kata-kata

Tapi kami yakin
Engkau telah menikmati buah kesabaran
Dari perjalanan panjangmu
Yang mungkin sekarang kau rasa
Bahwa bertriliun mimpimu di dunia
Adalah sekedip akhirat belaka

Semoga engkau bertaburkan kenanga-kenanga doa
Di naungi kamboja-kamboja keteduhan
Dalam hidupmu yang jauh lebih panjang

Dan kata-kata yang kau rangkai di dunia
Menjadi lampu penerang
Dalam gelapmu di alam barzah

Perjalanan yang panjang ini
Perjalanan memetik hikmah
Di akhir cerita.

Rumah Duka Yudhistira, 4 April 2024

Riami, mengajar di SMPN 2 Pakisaji Malang. Aktif bergiat menulis di Sekolah Menulis Elipsis, Competer Indonesia. Menganyam kata-kata menjadi Bahagia. FB: Ria Mi, IG Riami7482. Berkarya di Kompasiana.com. Tiras Time, dan media online lain dan beberapa majalah antara lain Elipsis dan HOMAGI. Menulis beberapa buku antara lain buku kumpulan puisi berjudul: Sajak Biru, Tentang Matahari. Cernaknya pernah dimuat di majalah Kedaulatan Rakyat Jogja, Nusantara Bertutur dan majalah Elipsis.
Comments (0)
Add Comment