Lingkup Bermasa: Puisi Wahyu Mualli Bone

Di lembah bukit berteduh tadah
Menyingkat semat dalam ungkap
Bermasa badan ruang junjungan

Melangkah adalah hukum kaki
Perintah naluri
Melenggang adalah kangkung yang terus menjalar dan bertunas
Seraya melepaskan bunyi lidah
Mencatat kelumit ingin
Merangkul rangkaian hajat

Kangkung tetaplah kangkung
Di asin payau berjarak jalar
Sebagai sikap berbagi lahan serap

Sambutan mesra pelepah Nipah
Kedabu Perepat melipat asam
Segak kangkang kaki Bakau
Asin payau bersulam salam
Sekata Tumbur arus
Inilah keruh kami
Menyimpan riwayat cicit Terubuk, Sembilang dan bangsa insang

Lembah lumpur selimut telur
Prajurit awan tawarkan tawar
Mufakat langit lembah riuh berbaur

Bangsa cangkang mengulik pasir
Bangsa sirip menarik terik
Bangsa sepit merapah lecah
Bangsa sengat memagar cagar

Di celah Marwah pelepah
Nipah lilitkan tandan tematu
Sebab maju menjeling cermin
Memusat jernih berkilau keruh
Memicu sejahtera rumpun serap
Bangsa susu izin mengerat

Berlusin bangsa layang
Menebar kisah buah
Berbaring bangsa sisik
Tiarap membungkus bangkai
Berbelang bangsa taring
Menakar kunyah
Supaya lengkap berjarak punah

Redup terik lingkup bermasa masa ke masa dalam cagar rimbun rimba, bergelimang asin payau

Batang Duku – Bukit Batu, 29 Juni 2023

puisisastra
Comments (0)
Add Comment