Masih Diingatnya: Puisi Zulfadhli

Masih diingatnya
Buku-buku terlipat nan berdebu
Sebagai kawan penghantar tidur, pada malam yang menderu.

Pagi-pagi sekali ia bangun
Menyapa halaman dengan sendu
Berharap ada bianglala turun pada waktu sehening ini.

Mungkinkah alam telah lupa?
Menyajikan sekelumit pemandangan
Yang bisa menghadirkan senyum?

Dia memelihara harapan
Dengan melawan rasa gigil dari setiap gayung yang menguyur tubuhnya.
Lantas dengan pakaian yang sama seperti semalam
Ia melangkah kan menuju sekolah.

Menatap pada impian,
Yang akankah tercapai? Entahlah.

Zulfadhli, lahir 18 September 1981, adalah sastrawan di Rokan Hilir (Rohil), Riau yang sehari-hari menjalani profesi sebagai wartawan harian Riau Pos. Merupakan nominator Ganti Award (2006) dengan judul Novel “Kehilangan Jembalang”, meraih Anugerah Jurnalistik Sagang (2012). Saat ini menjadi penyelaras Bidang Humas di LAMR Rohil. Sejumlah karya tulisnya berupa cerpen, puisi maupun artikel dipublikasikan di sejumlah media.

Comments (0)
Add Comment