sepanjang
sungai ini kupandangi
letih arus nelayan
yang pulang selepas surut menjelang
Nipah melambai lemas dan Nibung lapuk berkarang kerang.
Kawan,
detak nadi sungai ini
pelan terasa pedih
denyutnya senak
menyempitkan hulu hati.
hingga rumah di tepian,
jadi tempat pasang datang menumpang
tumbuh belukar liat air masin yang minta ampun susahnya ditebas.
Tambatan itu
hanya sebatas tali rindu terlepas
pelan jelang malam
ia hanyut dibawa angin musim
patah tak berdayung
sampan-sampan ikut tergulung
oleh ombak sekaki yang tiap tahun mencebis pinggir
Sungai Pedekik
riwayatmu belum usai
catatan-catatan harus segera diurai
sebab tuah bakau dan sampan yang termangu
akan jadi saksi bisu dalam aliran penantian
Riau, manusia.setengahpuisi