Sejenak kutatap lembayung di nabastala
Tersungging senyummu membawa petaka
Ombak samudra memeluk gelombang
Menyindirku, mengejekku, merengkuh bayang cinta terlarang
Rintik gerimis menyapa, mengusik prahara
Pahatan asmara lembaran usang
Budaya berbeda mencekik asa
Menghalang rindu menembus cakrawala, aku tertunduk
Aku terpuruk pada jelaga, bara tanpa api tak berjeda
Ternyata kau fajar tak menyingsing
Tenggelam tak mengapung, elang laut pun mencibir
Tak pantas bertahan jika hati tak bertuan
Pergilah! Berselancar di samudra, minta restu maya pada
Bukan bagaskara tak besinar tetapi mendung menghampiri
Cinta hadir, hanya singgah di pelataran
Melukis kenangan di sanubari
Menggores luka menyisakan titis air mata
Tanjungbalai, 22 November 2023
Ida Almira, merupakan nama pena dari Siti Wahidah, S.Ag. Ia alumni Fakultas Dakwah UIN SU, jurusan Komunikasi. Lahir pada 04 April di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Ia Instruktur di kekaderan HIMMAH (Himpunan Mahasiswa Al-washliyah) Sumatera Utara. Kelas literasi yang pernah diikutinya yakni: Sinar Pena Amala, KSB, Lintas Sastra, BB Rulit, KMO Aleniaku, KMO Indonesia.