Menatap Senja di Selat Malaka: Puisi Tantri Subecti

Laju waktu menari
Di kursi kapal Ferry melaju
Tak berasa berpeluh air berenang pada waktu yang terusir

Kumelawan rasa pada sanjungan negeri
Yang memiliki warna berbeda pada negeriku yang terasa lugu

Saat aku menoleh
Serasa ada negeriku yang terbangun pada lamunanku yang lama tersusun

Hamparan pasirnya bagaikan candi-candi megah dari pasir negeriku

Olahan kuliner yang baru saja mengganjal perut
Ku merasa ini olahan negriku yang sudah berjaya di selat Malaka

Kuberhenti sejenak. Menelan jenang dodol yang seperempatnya sudah sempat aku telan

Terasa ada asap dapur negriku yang sudah lama bertamu dan menjadi tuan rumah di negri seberang
Teringat makanan dari dapur nenekku yang seperempat abad sudah melenggang di mulut cucu keturunannya
Kini telah teramu bersolek
Di kwali yang berjaya
Saat kami menyantap hidangan di darmaga

Senyumku kecut terasa terhambat pada ruang yang terusik,,seolah pesona negeriku telah terjambret di negeri sebrang.

Malaka, 21 September 2023

Comments (0)
Add Comment